Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PROSEDUR PERLINDUNGAN DIRI DALAM PEKERJAAN KONTRUKSI

A. Perencanaan









1)    Identifikasi Bahaya dan pengendalian Resiko Bahaya




2)    Pemenuhan perundang – undangan dan persyaratan lainnya



Daftar peraturan perundang – undangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3 yang wajib dipunyai dan dipenuhi dalam melaksanaan paket pekerjaan ini adalah :


a.      UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja 




b.      UU No. 23 1992 tentang kesehatan 





c.      UU No. 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi





d.      UU No. 13 Tahun  2003 tentang ketenaga kerjaan 




e.    Keputusan Menteri tenaga Kerja RI. Nomor : kep – 51/Men/1999 Tentang Nilai Ambang batas Faktor Fisika ditempat kerja 



f.       Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor kep- 187/Men 1999 Tentang pengendalian bahan kimia berbahaya ditempat kerja 



g.      Peraturan pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang analisis mengenai dampak lingkungan. 

h.      Surat Edaran Dirjen Binawas No. SE.05/BW/1997 Tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri.

i.        Peraturan Menteri tenaga Kerja  No: PER .05/MEN/1996 tentang sistem Manajemen kesehatan dan keselamatan kerja.



j.        Keputusan presiden No. 22 tahun 1993 tentang penyakit yang timbul akibat hubungan kerja 

k.      Keputusan menteri kesehatan Nomor 876/menkes/SK/IX/2001/tentang pedoman teknis analisis dampak lingkungan 



l.        Keputusan Mewnteri Kesehatan Nomor 1217/Menkes SK/IX/2001tentang pedoman penanganan dampak radiasi



m.    Keputusan Mewnteri Kesehatan Nomor 315 Menkes/SK/III/2003 tentang komite kesehatan dan keselamatan kerja sektor kesehatan 



n. Permen PU No.9 /PRT/M/2008 tentang pedoman sistem manajemen keselamatan Kerja (SMK3) konstriuksi bidang  PU


B. Sasaran k3 dan program k3






Sasaran k3 








Sasaran kesehatan dan keselamatan kerja dilokasi proyek adalah karyawan dan pekerja yangb terlibat langsung dengan peralatan kerja dan material serta lingkungan sekitaqrnya. Sasaran yang dituju dalam penerapan k3 adalah:



a.      Menghindari adanya kecelakaan kerja





b.     Menghindari adanya penyakit akibat kerja 





c.      Menyediakan lingkungan kerja yang sehat





d.      Menghindari terjadinya efek negatif terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh aktifitas kerja

e.    Semua karyawan dan pekerja wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan resiko pekerjaannya masing-masing.















Program K3 








1. Promosi program k3 Promosi program k3 terdiri dari:




a. Pemasangan bendera k, bendera RI, bender Perusahaan, bentuk dan cara pemasangan (Lihat lampiran)





b. melakukan program gerakan sehat(contoh terlampir)





b. Pemasangan sign  board  k3







c. Slogan-slogan yang mengisyaratkan akan perlunya bekerja dengan selamat seperti contoh pada lampiran.





d.  Gambar-gambar pamplet tentang bahaya/kecelakaan yang mungkin terjadi dilokasi pekerjaan dipasang dikantor proyek atau lokasi pekerjaan dilapangan.
















2. Sarana peralatan untuk  K3 






a. sarana peralatan untuk K3 terdiri dari :






Yang melekat pada orang, yaitu :







1. Topi helm









2. Sepatu lapangan 








3. Sabuk pengaman (untuk pekerja ditempat yang tinggi)





4. Sarung tangan (untuk pekerja tertentu)






5. Masker pengaman untuk gas beracun ( untuk pekerjaan tertentu)




6. Kacamata las/google








7. Obat-obatan untuk P3K







8. Pelampung renang untuk lokasi tertentu

















b. Sarana peralatan lingkungan yaitu :






Tabung pemadam kebakaran pada ruang-ruang antara lain:




1. Kantor proyek








2. Gudang bahan bakar








3. Ruang genset








4. Bengkel









5. Gudang bahan b3








6. Mess karyawan 








7. Barak tenaga kerja








8. Gudang material 








9. Tiap lantai bangunan Proyek ( Pada saat Pekerjaan Bekisting dan finishing)














c. Rambu-rambu peringatan 







Rambu-rambu peringatan antara lain untuk:






1. Perngatan bahaya dari atas







2. Peringatan bahaya benturan kepala 






3. Peringatan bahaya longsoran







4. Peringatan bahaya api/kebakaran






5. Peringatan tersengat listrik







6. Petunjuk ketinggian (untuk bangunan yang lebih tinggi dari 2 (dua) lanta)



7. Petunjuk jalur instalasi listrik kerja sementara





8. Petunjuk batas ketinggian penumpukan material





9. Larangan memasuki area tertentu






10. Larangan membawa bahan-bahan yang berbahaya





11. Petunjuk untuk melapor (Keluar Masuk Proyek)





12. Peringatan untuk memakai alat pengaman kerja





13. Peringatan ada alat/masin yang berbahaya (untuk lokasi tertentu)




14. Peringatan/larangan masuk lokasi genset/power listrik (untuk orang tertentu)














3.  Penataan lingkungan 







a. Lay out planning (perencanaan tata letak)






Perencanaan tata letak harus diatur sedemikian rupa sehingga orang dan alat yang akan bekerja tidak saling terganggu justru saling mendukung sehingga dapat dicapai pelaksanaan dengan produktivitas tinggi dan aman.






Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan tata letak yaitu :



1. Dimensi (ukuran), posisi, elevasi (ketinggian);





2. Gerakan manusia dan alat;







3. Suara (kebisingan);








4. Getaran;









5.  Cahaya dan situasi udara.


















b. House keeping kebersihan dan kerapian tempat kerja merupakan syarat K3



Sarana kebersihan dan kerapihan untuk program K3 terdiri atas.




1. Penyediaan air bersih yang cukup;






2. Penyediaan toilet/Wc yang bersih;






3. Penyediaan musholah yang bersih dan terawat;





4. Penyediaan toilet/Wc untuk pekerja proyek;





5. Penyediaan bak-bak sampah pada lokasi yang diperlukan;




6. Pebuatan saluran pembuangan limbah 






7. Pembersihan sampah secara teratur;






8. Kerapian penempatan alat-alat kerja dilapangan setelah dipakai (concrete Vibratory, lampu-lampu penerangan dll).



















































 

Posting Komentar untuk "PROSEDUR PERLINDUNGAN DIRI DALAM PEKERJAAN KONTRUKSI"