Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MATERI KULIAH PONDASI RAKIT

PONDASI RAKIT

Pondasi rakit (MAT Foundation) dapat dipakai pada tanah dengan kapasitas dukung rendah atau jika jarak kolom atau beban lain sangat dekat dalam kedua arah sehinggan seluruh telapak bersentuhan satu sama lain sehingga jika menggunakan pondasi telapak luasan besar (tidak ekonomis). Pondasi rakit sangat bermanfaat untuk mengurangi perbedaan penurunan dalam berbagai tanah. Pondasi rakit merupakan bagian bawah  struktur yang berbentuk rakit melebar keseluruh bagian dasar bangunan.

 

Tahapan Pekerjaan Pelaksanaan Pondasi Rakit 

1.Persiapan Peralatan
2.Persiapan Pengecoran Beton
3.Pengecekan beton
4.Pelaksanaan Pengecoran Pondasi rakit
 

Persiapan Peralatan

  • Menentukan peralatan apa saja yang akan digunakan dalam pekerjaan pengecoran, peralatan tersebut harus memiliki daya jangkau dan daya angkut yang memadai.
  • Semua peralatan harus telah diperiksa dan diinspeksi secara rutin dan ketika akan melakukan pengecoran.
  • Pipa penghubung harus dipasang dengan jarak 2 meter dengan spesi 1 meter terhadap tumpuan.
  • Menyediakan penerangan yang baik di lokasi pengecoran apabila pekerjaan dilakukan di malam hari.
  • Menyiapkan terpal (tarpaulin) penutup untuk mengantisipasi bila terjadi hujan dan mengarahkan air hujan ke luar lokasi pengecoran
  • .Pompa beton harus berada dekat dengan lokasi pengecoran untuk menghindari terlalu banyaknya sambungan pipa. 

Persiapan Pengecoran Beton

  • Sebelum memulai pekerjaan, persetujuan dan izin kerja harus diberikan oleh Sub Kontraktor dan semua inspeksi harus sudah dilaksanakan dan disetujui oleh Supervisor Sub Konsultan.  
  • Lokasi pengecoran selanjutnya dibersihkan menggunakan udara terkompresi dan membuang sisa-sisa kawat pengikat serta disiram dengan air bersih yang kemudian dialirkan keluar lokasi pengecoran. 
  • Pagar pengaman atau barikade pengaman harus sudah terpasang agar proses pengecoran tidak mengganggu pekerjaan yang lain. 
  • Untuk pemesanan beton, jumlah beton dihitung berdasarkan shop drawing yang telah disetujui.
  •  Untuk pengecoran skala kecil, pemesanan dilakukan sesuai perhitungan. Untuk pengecoran skala besar, jumlah pemesanan ditambah 3% dari total beton yang dibutuhkan dan harus dikalkulasi berulang kali untuk mencegah pemesanan berlebih.

Pelaksanaan Pengecoran Pondasi Rakit

  • Tidak boleh ada penambahan air pada beton.
  • Memastikan semua platform dan jalan pekerja telah terpasang di sekitar lokasi pengecoran.
  • Pengecoran harus dikerjakan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pengecoran tidak rata, segregasi, terbuangnya material, serta rusaknya formwork.
  • Beton haruslah terbentuk sedekat mungkin dengan hasil akhir sehingga tidak membutuhkan pekerjaan lain setelahnya.
  • Beton haruslah dicor secara berlapis sesuai ukuran vibrator, kecuali untuk area basemen yang dicor langsung hingga level final.
  • Beton tidak boleh digerakkan secara lateral oleh vibrator.

Kapasitas dukung ijin

  • Hitungan Kapasitas dukung ijin pondasi rakit sama dengan kapasitas dukung fondasi telapak.

Pondasi rakit pada tanah pasir

  • Area fondasi rakit > Area fondasi telapak → FS terhadap keruntuhan kapasitas dukung besar. Dengan bertambahnya lebar fondasi rakit atau bertambahnya kerapatan relatif tanah → kapasitas dukung bertambah dgn cepat → keruntuhan kapasitas dukung.
  • qa = (N – 3)/5 → N = jumlah pukulan per 30 m dalam SPT.
  • ika terdapat lapisan batu kurang dari 0,5L fondasi rakit, maka nilai qa bertambah dan sebaliknya qa harus dibagi 2. Jika muka air tanah pada dasar fondasi atau lebih tinggi lagi untuk muka air tanah yang terletak diantara dasar fondasi dan jarak B dari dasarnya, maka nilai qa direduksi 0 – 50%. Jika nilai N<5 (pasir tidak padat), tanah tersebut tidak dapat mendukung fondasi rakit sehingga pelu dipadatkan hingga nilai N mencapai 10.

Pondasi rakit pada tanah lempung

 

Untuk tanah lempung homogen :

qu = c Nc + df. Γ
 
 

Perancangan pondasi rakit 

 

Perancangan pondasi rakit digunakan anggapan fondasi sebagai struktur yang sangat kaku dan distribusi tekanan berimpit dengan resultan beban-bebannya. Kedalaman fondasi digunakan dengan trial error. Penebaran tekanan pada dasar fondasi dihitung dengan persamaan :

  

ΣP    = jumlah total beban fondasi (kN)

A      = Luas total fondasi rakit (m2)

Ix, Iy = inersia terhadap sumbu x dan y

ex, ey = eksentrisitas searah sumbu x dan y



 

 

Jika pondasi rakit berbentuk empat persegi panjang, maka persamaan yang digunakan adalah

L       = panjang rakit

B      = lebar rakit

eB, eL = eksentrisitas searah sumbu B dan L

analisis fondasi rakit sejauh menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan komputer. Jika fondasi terletak pada tanah lunak, beban eksentris dapat menyebabkan penurunan yang tidak seragam. Tekanan terhadap fondasi dianggap seragam

q = ΣP/A.

 

 
 

 CONTOH 1

 

1.. hitung gaya lintang dan momen lentur

2. Perancangan tulangan beton

 

Jika beban kolom tidak seragam → tiap bagian luasan fondasi mendukung beban yang tidak sama. Solusi → membagi luasan fondasi kedalam beberapa bagian dengan tekanan tanah tiap bagian adalah berat bangunan dibagi luasan bagian masing-masing dihubungkan dengan sambungan konstruksi. Jika beban kolom disebarkan secara sama, namun perkiraan tanah dibawahnya menimbulkan penurunan tidak seragam yang besar.

 



 


Fondasi rakit mendukung 9 kolom seperti digambar dengan

ukuran kolom 50 x 50 m2 mendukung beban-beban :

 

Q1=Q3 = 400 kN

Q4=Q5=Q6= 600 kN

Q2=Q9=450 kN

Q7=Q8= 500 kN

 

Tebal pelat 1.5 m

beton = 23 kN/m3

 

 

Tentukan tegangan disudut-sudutnya

PENYELESAIAN

• Pusat luasan O di tengah-tengah, B = 10,50 m

L = 15,50 m ; A = 10,50 x 15,50 = 162, 75 m2

• Koordinat: A(-5,25;7,75), B(5,25;7,75), C( -5,25;-7,75),

D(5,25; -7,75)


 

 

 

 

Posting Komentar untuk "MATERI KULIAH PONDASI RAKIT"