Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MATERI KULIAH PONDASI BATU KALI

 MATERI KULIAH

PONDASI BATU KALI

 

Pengertian Pondasi Batu Kali

 

Pondasi Batu Kali merupakan jenis pondasi yang paling sering digunakan untuk konstruksi sebuah rumah tinggal. Disamping kekuatannya yang sudah teruji, bahan-bahannya juga mudah didapatkan di negara seperti Indonesia ini.  Pondasi batu kali ini umum dibuat untuk menahan beban tembok atau dinding di atasnya. Jika sebuah rumah dibangun sebanyak 2 lantai atau lebih, maka pondasi seperti ini perlu dikombinasikan dengan pondasi jenis lain. Ukuran tinggi umumnya adalah 60 cm sampai dengan 80 cm.  

 

pada gambar di bawah terlihat bahwa pondasi batu kali berbentuk trapesium utuh. Ini digunakan di area tengah lahan atau di dalam lahan. Di kedua kaki memiliki sudut miring yang sama sedangkan pada gambar di bawah dapat dilihat bahwa pada salah satu sisi pondasi memiliki sudut 90 derajat tidak sama dengan sudut lainnya. Ini agar kaki pondasi tidak menjorok ke arah sisi luar lahan (lahan tetangga).

 

 

 

BACA JUGA CARA MENGHITUNG PONDASI BATU KALI


Pondasi yang bahannya dari batu kali sangat cocok, karena bila batu kali ditanam dalam tanah kualitasnya tidak berubah. Dan pada umumnya bentuk pondasi batu kali dibuat trapesium dengan lebar bagian atas paling sedikit 25 cm. Dibuat selebar 25 cm, karena bila disamakan dengan lebar dinding dikhawatirkan dalam pelaksanaan pemasangan pondasi tidak tepat dan akan sangat mempengaruhi kedudukan dinding pada Batu kali yang dipasang hendaknya sudah dibelah dahulu besarnya kurang lebih 25 cm, ini dengan tujuan agar tukang batu mudah mengatur dalam pemasangannya, di samping kalau mengangkat batu tukangnya tidak merasa berat, sehingga bentuk pasangan menjadi rapi dan kokoh.

 

Konstruksi Pondasi Batu Kali 

 

Pada dasar konstruksi pondasi batu kali diawali dengan lapisan pasir setebal 5 – 10 cm guna meratakan tanah dasar, kemudian dipasang batu dengan kedudukan berdiri (pasangan batu kosong) dan rongga-rongganya diisi pasir secara penuh sehingga kedudukannya menjadi kokoh dan sanggup mendukung beban pondasi di atasnya. Susunan batu kosong yang sering disebut aanstamping dapat berfungsi sebagai pengaliran (drainase) untuk mengeringkan air tanah yang terdapat disekitar pondasi. 

 

Agar pasangan bahan pondasi tidak mudah rusak atau basah akibat air tanah, maka bidang pada badan pondasi diplester kasar (beraben) setebal ± 1.5 cm dengan adukan seperti spesi yang dipakai pada pasangan. 

 

Bila pada lapisan dasar tanah untuk pondasi mengandung pasir atau cukup kering maka tidak diperlukan pasangan batu kosong tetapi cukup dengan lapisan pasir sebagai dasar dengan ketebalan ± 10 cm yang sudah dipadatkan. Lapisan ini dapat berfungsi sebagai alat pengaliran atau pengeringan (drainase).

Kebutuhan bahan baku untuk pondasi ini adalah:

·         Batu pecah, atau batu kali (batu mangga),

·         Pasir pasang,

·         Semen PC.

Kelebihan Pondasi Batu Kali: 

·         Pelaksanaan pondasi mudah,

·         Waktu pengerjaan pondasi relatif lebih cepat,

·         Biaya pelaksanaan relatif lebih murah, jika menggunakan batu kali (batu mangga),

·         Batu pecah relatif lebih mudah didapat (untuk daerah pulau Jawa).

 

Kekurangan Pondasi Batu Kali: 

 

Pada daerah-daerah tertentu batu pecah susah didapat, tapi dapat diganti  dengan batu kali, Membuat pondasi ini memerlukan cost/biaya besar, apabila menggunakan batu pecah. Pondasi ini tidak saya anjurkan untuk rumah bertingkat 2 atau lebih.

 

Metode pelaksanaan pekerjaan pemasangan pondasi kali  menliputi beberapa tahap, yaitu yang pertama adalah tahap persiapan. Dimana pada proses persiapan ini, pelaksana melakukan langkah-langkah  Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasangan batu kali, Approval material yang akan digunaka, Persiapan lahan kerja, Persiapan material kerja, antara lain : batu kali, semen PC, pasir pasang, air, dll.

 

Persiapan alat bantu kerja, antara lain :  theodolith, waterpass, meteran, benang, selang air, dll. Setelah tahap persiapan selesai, maka tahap berikutnya yang dilaksanakan dilapangan adalah tahap pekerjaan pengukuran dengan mengikuti proses sebagai berikut:

  • Sebelum pekerjaan pemasangan pasangan batu kali dimulai, terlebih dahulu dilakukan pengukuran dengan menggunakan theodolith untuk mendapatkan level pasangan batu kali.
  • Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat.

Apabila proses persiapan dan pengukuran telah dilaksanakan, maka tahap selanjutnya adalah Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu kali, dengan mengikuti langkah pekerjaan sebagai berikut :

 

  • Tanah yang akan di pasang pondasi di ukur, kemudian dipasang bowplang untuk menggetahui ketinggian muka tanah setelah itu pasang benang agar pondasi bisa tegak dan lurus.
  • Tanah yang akan di buat pondasi di gali dengan kedalaman sekitar setengah meter karena pondasi tersebut dibuat untuk pagar tembok yang mempunyai ketinggian 3 meter saja.
  • Landasan tanah tersebut diberi anstamping dengan ketinggian sekitar 20cm, dengan posisi batu tegak.
  • Pasir dan semen di campur dengan menggunakan perbandingan 1:5 kemudian campur dengan air secukupnya sebagai pengikat dengan menggunakan alat pengaduk molen.
  • Batu kali tersebut disusun diatas anstamping setinggi 80cm.
  • Setelah semuanya tercampur dengan baik tuangkan campuran tersebut ke dalam batu kali yang tersusun tadi sambil di padatkan dengan menggunakan tongkat besi agar campuran tersebut memadati lobang-lobang yang berada di podasi batu kali tersebut.
  • Setelah itu tunggu pasangan batu kali tersebut hingga mengeras dan siap untuk di beri beban di atasnya.

 

  BACA JUGA CARA MENGHITUNG PONDASI BATU KALI

 

Posting Komentar untuk "MATERI KULIAH PONDASI BATU KALI"