Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MATERI KULIAH MENGENAI CONCRETE BATCHING PLANT

PENGERTIAN CONCRETE BATCHING PLANT

 

Concrete Batching Plant adalah suatu unit mesin atau peralatan yang digunakan untuk memproduksi Beton Ready Mix (Beton segar siap pakai) dalam skala besar.  Dimaksudkan untuk memproduksi material beton dengan jumlah yang besar dan kecepatan produksi tinggi, namun mutu dan keseragaman campuran tetap terjamin (homogen).

Ukuran kapasitas alat adalah satuan kecepatan produksi dalam meter kubik perjam.  Agar batching plant dapat berproduksi sesuai kapasitasnya, harus didukung dengan kecepatan pasokan material dan jumlah truk pengangkut (Mixer Truck atau Agitator Truck) secara berimbang.

Alat ini dapat menghasilkan 40-100 m³/jam.

 

PERALATAN DAN JENIS ALAT PEMBUAT BETON

 

 



  • Excavator Alat bantu yang digunakan untuk mengangkut Kantong Semen ke material (Cement Transfer)
  • Cement Transfer Tempat penampungan sementara semen sebelum dipompa ke Cement Silo
  • Cement Silo Tempat penyimpanan semen agar tetap kering dan terjaga kualitasnya
  • Screw Pump Alat pompa untuk memindahkan semen dari Cement Silo ke Timbangan
  • Water Tank Alat tampung air yang dibutuhkan selama proses pembuatan campuran beton
  • Additif  Tank Alat tampung Additif yang akan digunakan sebagai bahan campuran beton
  • Timbangan Digunakan untuk menimbang berat material dan bahan lainnya untuk campuran beton sehingga sesuai dengan Mix Design
  • Wheel Loader Alat bantu untuk memindahkan Material Agregat  (Pasir dan Split) dari Stock Pile ke Loading Bin atau langsung ke Storage Bin
  • Mixer Alat pengaduk semua campuran bahan pembuat Beton
  • Loading Bin Tempat penampungan sementara material Agregat ( Pasir dan Split) sebelum diolah di Storage Bin
  • Belt Conveyor Ban berjalan yang digunakan untuk memindahkan Material Agregat (Pasir dan Split) dari Loading Bin ke Storage Bin atau dari Storage Bin ke Bucket
  • Storage Bin Tempat pengolahan Material Agregat (Pasir dan Split), seperti pemisahan dan penimbangan
  • Bucket Alat tampung bergerak, untuk memindahkan material dari Storage Bin menuju Mixer
  • Truck Mixer Alat angkut Campuran beton sudah jadi yang akan dibawa ke lokasi pengecoran atau proyek

 

PROSES PENGANGKUTAN BETON

 

 

  • Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat penyimpanan akhir (sebelum dituang) harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya pemisahan dari bahan yang telah dicampur dan tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan.
  • Pengangkutan beton dari lokasi pencampuran ke lokasi pengadukan harus sedemikian cepat, sehingga beton tidak kering sehingga mempengaruhi pada saat pelaksanaan pengecorannya (workabilitas).
  • Pada saat pengangkutan juga perlu diperhatikan segregasi agar terhindar dari beton yang tak seragam.
  • Adukan beton yang dibuat dengan tangan maupun dengan mesin harus diangkut ke tempat penuangan sebelum semen mulai behidrasi (bereaksi dengan air).
  • Selama pengangkutan harus selalu dijaga agar tidak ada bahan-bahan yang tumpah/keluar atau yang memisahkan diri dari campuran.

 

Alat angkut disesuaikan dengan jenis beton :

 

  • Beton yang dipompa adalah beton yang memenuhi persyaratan beton pompa
  • Beton pavement dan beton dengan permukan tekstur estetika tidak dapt dipompa
  • Beton dengan slump rendah tidak dapat diangkut dengan bucket, karena akan melekat pada dinding
  • Beton mengalir tidak dapat diangkut dengan bucket, karena air dan pasta akan bocor
  • Penggunaan kereta dorong terbuka harus dihindari bila cuaca panas.
  • TRUCK MIXER
  • Adalah alat transportasi khusus Beton cor curah siap pakai (Ready Mix Concrate) yang dirancang untuk mengangkut campuran beton dari Batching Plant ke lokasi pengecoran. Untuk Beban angkut Truck Mixer ditentukan oleh UU Negara yang mengatur ukuran beban yang diijinkan di jalan, dengan tujuan agar truk dapat mendistribusikan beban secara merata dan memungkinkan oprasi di jalan terbatas sehingga dapat mengurangi keausan dan kerusakan pada jalan.
  • Truck Mixer pada umumnya tidak melakukan perjalanan lebih dari 2 jam, melainkan 90 menit setelah pemuatan material, untuk menghindari beton cor didalamnya mengeras.
  • Mayoritas Truck Mixer mempunyai kecepatan berjalan terbatas,  yaitu anatara 56 Mil per jam (90 Km/h)

 

DUA JENIS TRUCK MIXER

 

1.  Truck Mixer Mini (Truck Minimix Concrate)

 

Truck Mixer dengan volume muat cor beton per satu kali jalan 3 m³.  Truck ini lebih fleksibel untuk semua medan jalan.

 

2.  Truck Mixer Standar (Readymix Concrate)

 

Truck Mixer dengan volume muat cor beton per satu kali jalan 7 m³, memuat lebih banyak 4 m³ dari tipe Truck mini.  Kekurangan Truck ini tidak bisa mengakses jalan sempit dan menanjak.

 

MOBILE CONCRETE BATCHING VEHICLE

 

Fiori Group merupakan pabrikan asal Italia, yang mendisain, mengembangkan dan membuat kendaraan-kendaraan off-road mixer & dumper untuk mendukung pekerjaan di sektor konstruksi. Self-Loading Mobile, Concrete Batching, Vehicle adalah mesin 3 in 1.  Mesin ini menjalankan, tiga fungsi sekaligus, antara lain:

  • Sebagai sebuah Loader yang dapat memuat agregat-agregat yang diperlukan
  • Sebagai Mixer yang dapat mencampur agregat-agregat itu untuk menghasilkan concrete yang bermutu
  • Sebagai kendaraan yang mengangkut material itu ke job-site.
  • Batching Plant Vehicle sangat simple, praktis dan efektif, khususnya di daerah pedalaman dan terpencil.  Dengan menggunakan mesin ini maka tidak perlu lagi membangun batching plant di lokasi kerja. 
  • Cara kerja ini benar-benar menghemat banyak investasi. Membandingkan biaya membangun Batching Plant Statis dengan Batching Plant Vehicle,  ongkos solusi teknologi yang ditawarkan hanya seperlima dibandingkan Batching Plant biasa. 
  • Dengan biaya yang minimal, truck ini bisa memproduksi concrete hingga kapasitas 16 m³/jam.
  • Batching Plant  Vehicle memiliki beragam ukuran dengan kapasitas produksi concrete mulai dari 1,1 m³ hingga 5 m³ per drum.

Posting Komentar untuk "MATERI KULIAH MENGENAI CONCRETE BATCHING PLANT"