Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Elemen Struktur Dinding Geser


 

Elemen Struktur Dinding Geser

 
 
 

        Dinding geser adalah struktur vertikal yang digunakan pada bangunan tingkat tinggi. Fungsi utama dari dinding geser adalah menahan beban lateral seperti gaya gempa dan angin.

 

 

  Berdasarkan letak dan fungsinya, dinding geser dapat diklasifikasikan dalam 3 jenis yaitu :

1. Bearing walls adalah dinding geser yang juga mendukung sebagian besar beban gravitasi . Tembok-tembok ini juga menggunakan dinding partisi antar apartemen yang berdekatan.
2. Frame walls adalah dinding geser yang menahan beban lateral, dimana beban gravitasi berasal dari frame beton bertulang. Tembok-tembok ini dibangun diantara baris kolom.
3. Core walls adalah dinding geser yang terletak di dalam wilayah inti pusat dalam gedung yang biasanya diisi tangga atau poros lift. Dinding yang terletak dikawasan inti pusat memiliki fungsi ganda dan dianggap menjadi pilihan paling ekonomis.
 

Pada umumnya dinding geser dikategorikan berdasarkan geometrinya, yaitu (Imran dkk, 2008) 

  • Flexural wall (dinding langsing), yaitu dinding geser yang memiliki rasio hw/lw ≥ 2, dimana desain dikontrol terhadap perilaku lentur,
  • Squat wall (dinding pendek), yaitu dinding geser yang memiliki rasio hw/lw ≤ 2, dimana desain dikontrol terhadap perilaku lentur,
  • Coupled shear wall (dinding berangkai), dimana momen guling yang terjadi akibat beban gempa ditahan oleh sepasang dinding geser yang dihubungkan dengan balok-balok penghubung sebagai gaya tarik dan tekan yang bekerja pada masing-masing dasar dinding tersebut.

    Perilaku Dinding Geser (Shearwall/Cantilever Wall) 

Dinding geser merupakan suatu subsistem gedung yang memiliki fungsi utama untuk menahan gaya lateral akibat beban gempa. Keruntuhan pada dinding geser disebabkan oleh momen lentur karena terjadinya sendi plastis pada kaki dinding. Semakin tinggi suatu gedung, simpangan horizontal yang terjadi akibat gaya lateral akan semakin besar. 
 
Pada struktur kombinasi ini, dinding geser dan kolom-kolom struktur akan dihubungkan secara kaku (rigid) oleh balok-balok pada setiap lantai bangunan. Dengan adanya hubungan yang rigid antara kolom, balok, dan dinding geser akan memungkinkan terjadinya interaksi antara struktur rangka dan dinding geser secara menyeluruh pada bangunan, dimana struktur rangka dan dinding geser akan bekerja bersama-sama dalam menahan beban yang bekerja baik itu beban gravitasi maupun beban lateral. Sesuai dengan ketentuan SNI 2847:2013 pasal 14.3, disyaratkan : 

      Penulangan Longitudinal dan Transversal Dinding Geser Rasio minimum untuk luas tulangan vertikal terhadap luas bruto beton haruslah :

  • 0,0012 untuk batang ulir ≤ D16 dengan tegangan leleh yang disyaratkan > 420 Mpa. · 0,0015 untuk batang ulir lainnya. · 0,0012 untuk tulangan kawat las < ϕ16 atau D16.
  • Rasio minimum untuk luas tulangan horisontal terhadap luas bruto beton haruslah : · 0,0020 untuk batang ulir ≤ D16 dengan tegangan leleh yang disyaratkan > 420 Mpa. · 0,0025 untuk batang ulir lainnya. · 0,0020 untuk jaring kawat baja las (polos atau ulir) < ϕ16 atau D16

    1. Pada Load Case Name beri nama misal “RS-X”.
    2. Pilih Response Spectrum pada Load Case Type
    3.Pada bagian Loads Applied :

      Load Type : pilih U1

      Function : pilih yang sesuai yang telah didefenisikan sebelumnya

      Scale Factor : isikan 2180

    4. Klik tombol Add

    5. Klik Ok.


 


1 komentar untuk "Elemen Struktur Dinding Geser"