Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

contoh soal struktur beton 1

contoh soal struktur beton 1

 

SOAL UMUM (berdasarkan SNI 2847:2013)

1.    Menghitung Besar Momen Maksimum Rencana & Gaya Geser

-   Menghitung reaksi perletakan

Fy = 0 (Anggapan awal RAV )

RAV – q(3,5) – P – P = 0

RAV – 10(3,5) – 50 – 50 = 0

RAV – 35 – 50 – 50 = 0

  RAV = 135 kN (Anggapan awal benar)

-   Menghitung momen pada jepit (Mmaks)

MA = 0 (Anggapan awal MA )

MA + q(3,5)(1,75) + P(1,5) + P(3,5) = 0

MA + 10(3,5)(1,75) + 50(1,5) + 50(3,5) = 0

MA + 61,25 + 75 + 175 = 0

  MA = 311,25 kNm (Anggapan awal benar)

Menggambar diagram SFD (Vu)

 

Diketahui :

Fc’ = 28 MPa ; Fy (tulangan induk) = 400 MPa ; Fy (tulangan sengkang) = 240 MPa

2. Merencanakan tulangan induk (Asumsi baja tulangan mencapai tegangan luluh sebelum beton mencapai regangan maksimum 0,003)

Anggap bahwa beban yang diterima adalah beban hidup di luar beban balok sendiri.

Beban hidup terfaktor (Mu = 1,6 MA = 1,6 (311,25) = 498 kNm)

Beban sendiri terfaktor (Mu = 1,2 Wu = 1,2 (24,653) = 29,584 kNm)

Mu(total) = 498 + 29,584 = 527,584 kNm

 

Anggap bahwa d = h – 80 = 420 mm, jarak pusat berat tulangan baja tarik terhadap tepi beton ditentukan 80 mm dengan memperhitungkan kemungkinan penggunaan satu lapis tulangan baja tarik.

 

Pengecekan apakah mungkin menggunakan tulangan baja tarik saja

Dari tabel A-28 (Fc’ = 25 MPa ; Fy = 400 MPa)

Diperoleh kmaks = 6,5639 MPa ; ρmaks = 0,0203

Dari tabel A-29 (Fc’ = 30 MPa ; Fy = 400 MPa)

Diperoleh kmaks = 7,8866 MPa ; ρmaks = 0,0244

Karena nilai kmaks dan ρmaks tidak terdapat dalam tabel dengan Fc’ = 28 MPa maka perhitungan dengan interpolasi

 

Mencari nilai kmaks

kuat momen tahanan atau kapasitas pasangan kopel gaya beton tekan dan tulangan baja tarik adalah :

MR1 = ϕbd2k = (0,9)(350)(420)2(6,7719)10-6 = 376 kNm

 

Tentukan luas penampang tulangan tarik yang diperlukan untuk pasangan kopel gaya beton tekan dan tulangan baja tarik,

As1 = ρbd = (0,0205)(350)(420) = 3013,5 mm2

 

Pasangan kopel gaya tulangan baja tekan dan tarik ditentukan sedemikian rupa sehingga kuat momennya memebuhi keseimbangan terhadap momen rencana.

MR2 = Mu(total) – MR1 = 527,584 – 376 = 151,584 kNm

Berdasarkan pada pasangan kopel gaya tulangan baja tekan dan tarik didapatkan :

Karena ND2 = As’fs’, maka fs’ dihitung berdasarkan letak garis netral pasangan kopel gaya beton tekan dan tulangan baja tarik, kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap regangan εs’ pada tulangan baja tekan.


 


 

 

 

 

Tabel

X (m)

S (mm)

1,238

309,5

2,262

323

 

 

 

LAMPIRAN