Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bandara Fatmawati Soekarno

 Bandara Fatmawati Soekarno

 

Bandara Fatmawati Soekarno adalah bandar udara yang terletak di kota Bengkulu, provinsi Bengkulu, tepatnya di Jl. Raya Padang kemiling - Selebar - Bengkulu, pada koordinat 03° 51’ 40” S dan 102° 20’ 22” E. Dahulu bandara ini bernama Bandara Padang Kemiling, kemudian diresmikan menjadi Bandara Fatmawati Soekarno oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 14 November 2001.

Bandar Udara Fatmawati Soekarno pertama kali dibangun pada medio 1943 dan 1944,tepatnya pada masa pendudukan pemerintahan Jepang di Indonesia. Saat itu, Jepang tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur transportasi seperti bandar udara, pelabuhan, jalan raya, rel kereta api, dll. Pembangunan-pembangunan infrastruktur ini selain bertujuan memperkuat dan mempertahankan cengkraman negeri Jepang di Indonesia, juga ditujukkan untuk kepentingan pertahanan udara negeri Matahari Terbit ini dalam Perang Dunia ke-II.

Seperti pembangunan fasilitas dan infrastruktur lain, Pemerintah Jepang mengerahkan tenaga kerja paksa (romusha) dari wilayah Bengkulu dan Jawa untuk membangun landasan pacu di Bengkulu. Lokasi landasan pacu yang dipilih Jepang kala itu sejajar dengan daerah pemukiman desa Pekan Sabtu, tepatnya di area padang semak belukar yang konon terdapat pohon kemiri besar di dalamnya. Dalam bahasa setempat, kemiri adalah Kemiling.

Jepang mengerahkan para romusha untuk membuat landasan pacu dengan ukuran 1.100 m x 30 m. Selain itu, didirikan pula bunker, tempat penyimpanan pesawat, dan petak gundukan segi empat sebagai tempat penyimpanan bahan bakar di ujung landasan pacu.

Pada tahun 1945, tepatnya saat perang dunia ke– II      meletus, pangkalan-pangkalan militer Jepang yang tersebar di titik-titik strategis wilayah jajahannya diserbu dan dihancurkan oleh tentara sekutu. Landasan pacu Padang Kemiling pun tidak luput dari pengeboman tentara sekutu. Hal ini menyebabkan landasan pacu yang telah dibuat rusak berlubang karena terkena bom. 

Kekalahan Jepang pada perang dunia ke-II memaksa mereka mundur dari Nusantara. Saat itulah pemerintah Indonesia melalui Angkatan Udara Republik Indonesia dengan sigap mengambilalih pengelolaan landasan pacu Bandar Udara Padang Kemiling. Landasan pacu ini lantas dijadikan sarana pengiriman logistik dan persenjataan dari pusat ke Bengkulu, ataupun sebaliknya.

Namun demikian, tak lama berselang, Belanda memanfaatkan NICA dan ada Sekutu dibelakangnya, yang belum mau mengakui kedaulatan Indonesia.Mereka pun melancarkan agresi militer dengan maksud menguasai kembali wilayah Indonesia.

Mengetahui rencana agresi militer Belanda ke wilayah Bengkulu, pihak AURI bersama masyarakat sekitar memasang rintangan berupa pohon-pohon besar di landasan pacu Padang   Kemiling guna mencegah masuknya pesawat-pesawat tempur Belanda ke wilayah Bengkulu.   Namun usaha ini dapat digagalkan tentara Belanda yang datang lewat jalur darat. Landasan pacu pun akhirnya dikuasai oleh Belanda dan digunakan     untuk kepentingan militernya di wilayah Bengkulu.

Pada tahun 1949, ketika Belanda angkat kaki dari tanah air dan mengakui kedaulatan Negara    Kesatuan Republik Indonesia, pemerintah Indonesia melalui Djawatan Penerbangan Sipil mengambil alih landasan pacu ini, yang kemudian diberi nama Bandar Udara Padang Kemiling.

Beberapa pembangunan infrastruktur penunjang seperti terminal, perpanjangan runway, perluasan apron, dll. secara berkala mulai dibangun. Maskapai-maskapai komersil pun mulai berdatangan untuk melayani penerbangan lokal dari dan ke wilayah Bengkulu.

Pada Tahun 2001, melalui keputusan menteri perhubungan nomor: KP. 185 Tahun 2001, Bandar Udara Padang Kemiling resmi berganti nama menjadi   Bandar Udara Fatmawati Soekarno. Presiden Republik Indonesia kala itu,  Ibu Megawati Soekarno Putri meresmikan pemakaian nama Fatmawati Soekarno pada tanggal 14 november 2001, saat melakukan kujungan kerja di Bengkulu.

Dasar nama Fatmawati Soekarno dipilih adalah untuk menghormati Hj. Fatmawati Soekarno, ibu Negara Republik Indonesia pertama yang lahir di Kota Bengkulu, 5 Februari 1923 dari pasangan tokoh Muhammadiyah Bengkulu, Hasan Din dengan Siti Chadijah.

Hingga saat ini Bandar Udara Fatmawati Soekarno telah banyak mengalami Perkembangan, baik itu dari segi fasilitas darat, maupun fasilitas udaranya. Bandar Udara kebanggaan masyarakat Bengkulu ini berkembang menjadi Bandar Udara kelas 1 yang turut menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat Provinsi Bengkulu.

FUNGSI KOMPONEN BANDARA

Berikutiniadalahkegunaan-kegunaankomponen yang ada di Bandar UdaraFatmawatiSoekarno:

a.        Kegunaan-kegunaan Komponen yang Ada di Bandar Udara

1)   Sisi Udara (Air Side)

·      Runway (Landasan Pacu) yang berguna sebagai landasan untuk pesawat baik saat melakukan landing  ataupun take-off. Panjang landasan pacu tergantung dari besarnya pesawat yang dilayani.

·      Apron berguna bagi pesawat untuk parkir yang dibuat dengan bangunan terminal, sedangkan Taxiway menghubungkan Apron dan Runway. Konstruksi Apron umumnya beton bertulang, karena memikul beban besar yang statis dari pesawat.

·      Untuk keamanan dan pengaturan, terdapat Air Trafic Control (ATC) berupa menara khusus pemantau yang dilengkapi radio control  dan radar, karena dalam bandar udara sering terjadi kecelakaan, maka disediakan untuk penanggulangan kecelakaan (air rescue service) berupa peleton penolong dan pemadam kebakaran, mobil pemadam kebakaran, tabung pemadam kebakaran, ambulance dll. Juga ada Fuel Service untuk mengisi bahan bakar Aftur.

2)   Sisi Darat (Land Side)

·      Terminal bandar udara atau Concourse adalah pusat urusan penumpang yang datang atau pergi, didalamnya terdapat pemindah bagasi X-Ray Couter Check in, (CIQ, Custom, In Imigration, Quarantine) untuk bandar udara internasional, dan ruang tunggu (Bording Touge) serta berbagai fasilitas untuk kenyamanan penumpang.

·      Curb adalah tempat yang digunakan penumpang naik turun dari kendaraan darat kedalam bangunan terminal.

·      Parkir kendaraan berguna sebagai tempat parkir kendaraan para penumpang dan pengantar/penjemput termasuk taxi.

b.        Kegunaan-kegunaan Peralatan Pelayanan Bandar Udara

1)   PABX (Public Address Branch X-Change)

Perangkat peralatan telpon yang terdiri dari Central Unit atau Main Unit yang berguna menghubungkan antar pesawat cabang dengan Telephone Line. Pesawat cabang berguna menghubungkan antara satu pesawat dengan pesawat-pesawat lain maupun berhubungan melalui Telephone Line dalam satu jaringan Central Unit.

2)   FIDS (Flight Information Display System)

Berguna sebagai perangkat Software dan perangkat Hardware  yang dapat menghasilkan informasi tentang aktivitas angkatan udara, seperti pemberitahuan keberangkatan, kedatangan pesawat, keterlambatan, dan pembatalan penerbangan dll.

3)   PAS (Public Address System)

Berguna untuk menyampaikan informasi-informasi yang berkaitan semua kegiatan diterminal bandar udara.

4)   HT (Hand Talky)

Berguna sebagai sarana komunikasi Point to Point (darat ke darat/dalam bentuk Portable).

 5)   DVOR (Doppler VHF Omni-directional Range)

Fasilitas navigasi udara yang berguna untuk memberikan suatu informasi kepada penerbangan mengemudi arah mata angin buatan dan bekerja pada frekuensi 108 MHz sampai 118 MHz. Bandara Fatmawati-Soekarno memiliki DVOR yang terletak disebelah kiri dari gedung pemadam kebakaran. Tujuan dari peralatan pelayanan bandara berguna membantu operasi pengaturan lalu lintas udara untuk menghindarkan tabrakan antar pesawat, menghidari pesawat udara yang berada didaerah pergerakan pesawat dengan penghalang lainnya dari terciptanya keteraturan lalu lintas udara dan pelayanan untuk kenyamanan para penumpang.

 

Posting Komentar untuk "Bandara Fatmawati Soekarno"