UJI TEKAN BATA

Hai. Teman semuanya apakabar hari ini kita bahas mengenai praktikum bahan bangunan atau juga kita gunakan pada praktikum teknologi beton yah tergantung dengan universitas masing-masing ya teman-teman,,, Nah sebelum itu kita harus tau dulu beberapa landasan teori yang mebahas menganai paraktikum ini...!nanti teman bisa minta file lengkapnya loh,.,.,




 Pengujian kuat tekan dan absorsi pada bata, bertujuan Mengetahui kuat tekan pada bata dan mengetahui kualitas bata setelah diuji absorsi pada bata.Batu bata adalah suatu unsur bangunan yang diperuntukkan pembuatan konstruksi bangunan dan yang dibuat dari tanah dengan atau tanpa campuran bahan-bahan lain, dibakar dengan suhu yang cukup tinggi sehingga tidak dapat hancur lagi bila direndam dalam air.  Jika disesuaikan dengan bahan pembuatannya, secara umum batu bata digolongkan dalam 2 jenis:  Batu Bata Tanah Liat  Batu bata yang terbuat dari tanah liat ini memiliki 2 kategori utama, yaitu bata biasa dan bata muka. Bata biasa memiliki permukaan dan warna yang tidak menentu. Bata ini digunakan untukdinding dan ditutup dengan semen. Bata biasa seringkali disebut dengan bata merah. Bata muka memiliki permukaan yang baik, licin dan mempunyai warna atau corak yang sama. Meski digunakan untuk dinding juga, namun bata muka tidak perlu ditutup lagi dengan semen. Bata muka biasa disebut sebagai bata imitasi.Batu Bata Pasir-Kapur Sesuai dengan namanya, batu bata ini dibuat dari campuran kapur dan pasir denganperbandingan 1:8 serta air yang ditekankan kedalam campuran sehingga membentuk bata yang sangat padat. Biasa digunakan untuk bagian dinding yang terendam air dan memerlukan kekuatan tinggi.

    Bata Menurut Standar Yayasan Dana Normalisasi Indonesia Standar Bata Merah di Indonesia oleh Y.D.N.I. nomor NI-10 menetapkan suatu ukuran standar untuk bata merah sebagai berikut: Panjang 240 mm, lebar 115 mm, tebal 52 mm, Panjang 230 mm, lebar 110 mm, tebal 50 mm. Penyimpangan yang diijinkan oleh standar tersebut untuk panjang adalah maksimum 3%,untuk lebar adalah maksimum 4%, sedangkan untuk tebal adalah maksimum 5%.Berdasarkan Compressive Strength (Bata Jenuh air ) dan Penyerapan Air, Batu  Bata Kelas A : Compressive strength diatas 69,0 N/mm2 dan nilai penyerapan tidak  lebih 4,5 %.Batu Bata Kelas B :Compressive strength diatas 48,5 N/mm2 dan nilai penyerapan tidak lebih 7%.Kualitas Bata Batu bata  harus bebas dari retak atau cacat, dan dari batu dan benjolan apapun, Batu bata harus seragam dalam ukuran, dengan sudut tajam dan tepi yang rata.Permukaan harus benar dalam bentuk persegi satu sama lain untuk  menjamin kerapian pekerjaan. Mempunyai ukuran, kuat tekan dan daya serap air yang dipersyaratkanPengecekan Batu bata yang baik Secara visual pengujian batu bata yang baik dan mempunyai kekuatan yang baik akan  memberikan suara dering jika diketok.  Sebuah suara kusam menunjukkan batu bata yang lembut atau goyah.  Persentase penyerapan air maksimum dari masng-masing kelas batamerah menurut SNI 15–0686–1989

Kelas

Penyerapan air maksimum (%)

50

22

100

20

150

20

200

20

250

20

 

    ASTM C140  mensyaratkan kuat tekan bata diperoleh dari kuat tekan rata – rata hasil tes dengan minimum 10 buah sampel bata merah. Untuk kuat tekan bata minimum yang boleh digunakan, Indonesia Earthquake Study merekomendasikan minimum kuat tekan rata – rata bata merah sebesar 3 Mpa dan Batako sebesar 1,5Mpa. Sedangkan berdasarkan standard Eurocode 6 minimum kuat tekan rata – rata bata yang digunakan sebagai dinding structural adalah 2,5Mpa, Cara Kerja Compression Machine Hand Operated : masukan  bata ditengah  luas penampangnya. Kunci alat, kemudian pompa alat supaya alat pengujian menekan bata dan Sempurna dan menghasilkan nilai kuat tekan bata. Catat hasil ukur yang didapatkan. Alat Dan Bahan  yang digunakan Bata, Neraca, Ember, Air, Compression Machine Hand Operated, Timbangan digital,  Langkah Kerja  dalam percobaan unu Uji Absorbsi Bata, Ambil 2 sample untuk melakukan uji absorbsi bata., Timbanglah tiap-tiap benda uji dan catatlah hasil(W1). Siapkan air dan masukkan air ke dalam ember. Masukkan benda uji ke dalam ember yang berisi air tersebut, kemudian diamkan selama (+ 24jam). Ambil benda uji yang telah di rendam, kemudian diamkan selama (+5menit). Timbanglah kembali tiap-tiap benda uji tersebut(W2). Carilah hasil penyerapan/absorbsi benda uji tersebut   x 100 %. Uji Tekan Bata. Ambillah 3 sample bata untuk melakukan uji tekan bata. Ukurlah dimensi bata dan luas permukaan bata Timbanglah benda uji tersebut, kemudian simpan dalam suhu ruangan selama 24 jam. Lakukan pengujian kuat tekan bata dengan compression machine hand operated. Catat hasil yang tunjuk oleh jarum pada alat compression machine hand operated sampai bata retak/pecah atau jarum pada alat tidak dapat naik lagi. Hitung kuat tekan yang di alami oleh masing-masing bata.



Wah udah selesai ya kalau teman-teman mau minta contoh laporan lengkapnya beserta formatnya dapat kirim email ke kita ya dengan format nama/jurusan/universitas/judulnya, nanti akan kirim via email semoga bermanfaat yaa,..,.,

 

Post a Comment

0 Comments