UJI TARIK BAJA

Hai. Teman semuanya apakabar hari ini kita bahas mengenai praktikum bahan bangunan atau juga kita gunakan pada praktikum teknologi beton yah tergantung dengan universitas masing-masing ya teman-teman,,, Nah sebelum itu kita harus tau dulu beberapa landasan teori yang mebahas menganai paraktikum ini...!nanti teman bisa minta file lengkapnya loh,.,.,

Baja tulangan merupakan salah satu material penting dalam pekerjaan teknik sipil. Sebagai material yang daktail, baja tulangan mampu berdeformasi hingga ke level tinggi sebelum akhirnya putus. Sifat penting baja tulangan yang dimanfaatkan adalah tegangan tarik dan modulus elastisitas yang dimilikinya. Modulus elastisitas adalah perbandingan tegangan dan regangan. Kuat tarik diperoleh dari pembagian beban yang bekerja dengan luas penampang yang menahan beban. Tujuan uji tarik baja bertujuan menjadikan mahasiswa  mampu membuat kurva hubungan tegangan regangan baja dari hasil nilai uji tarik baja yang dilakukan serta mampu menjelaskan makna kurva tersebut bagi sifat baja. Praktikum ini dilakukan untuk menentukan : Batas sebanding, Batas leleh atas dan bawah, Batas regangan, kuat tarik, Keliatan (regangan pada tiap panjang 1 cm), Prosentase regangan 8cm atau 20cm, Modulus elastis,  Modulus kenyal Wujud dan jenis patah. alat dan bahan yang serin digunakan yaitu; mesin uji tarik baja, jangka sorong, mistar uku, tulangan bja sepanjang 40 cm, UTM dan stopwacth, langka kerja nya , Siapkan alat-alat dan bahan, Tulangan baja dibubut bagian tengah sepanjang 10cm hingga diameternya menjadi 100, Bagian bagian baja yang dibubut menjadi 10 pias lalu diberi nomor 0-10, Ukur dan catat diameter benda uji dengan jangkasorong, Pasang benda uji pada “extensomter” dengan no.10 berada pada sebelah atas, ukur panjang awalnya.Catat “multiplication ratio” dari “extensometer”, Atur agar jarum extensometer menunjukkan angka nol, kemudian pasangkan pada mesin tarik uji, Hidupkan mesin dengan kecepatan yang stabil, Hidupkan stop watch pada saat beban mulai bekerja, Catat pembebanan “Extensometer” pada setiap tambahan 2,0 kN, Catat beban leleh atas dan bawah, kemudian lever speed diturunkan dan “extensometer” dilepaskan, Jalankan mesin kembali dengan kecepatan stabil, Catat beban setiap panjang beban uji bertambah 5 mm (diukur dengan mistar “devider”) hingga baja tersebut patah, Setelah baja patah, benda uji dilepas dari grip, Catat beban maksimum, beban putus dan waktu patah serta diameter tulangan pada bagian patah.

    

Wah udah selesai ya kalau teman-teman mau minta contoh laporan lengkapnya beserta formatnya dapat kirim email ke kita ya dengan format nama/jurusan/universitas/judulnya, nanti akan kirim via email semoga bermanfaat yaa,..,.,


Post a Comment

0 Comments