UJI FISIS KADAR LUMPUR (SNI 03 – 4141 – 1996)

Hai. Teman semuanya apakabar hari ini kita bahas mengenai praktikum bahan bangunan atau juga kita gunakan pada praktikum teknologi beton yah tergantung dengan universitas masing-masing ya teman-teman,,, Nah sebelum itu kita harus tau dulu beberapa landasan teori yang mebahas menganai paraktikum ini...!nanti teman bisa minta file lengkapnya loh,.,.,

KADAR LUMPUR (SNI 03 – 4141 – 1996)


Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan kandungan lumpur agregat yang dapat mempengaruhi kekuatan ikatan pasta semen pada agregat dan bertujuan untuk memperoleh agregat kasar/halus yang bebas atau sedikit mengandung kadar lumpur. Lumpur tidak diizinkan dalam jumlah banyak, ada kecenderungan meningkatnya pemakaian air dalam campuran beton, jika ada bahan – bahan itu tidak dapat menyatu dengan semen sehingga menghalangi penggabungan antara semen dan agregat serta mengurangi kekuatan tekan beton. Dalam pemeriksaan kadar lumpur agregat digunakaan  SNI 03 – 4141 – 1996, metode ini digunakan untuk menghitung besarnya persentasi gumpalan lempung dan butiran – butiran mudah pecah dalam agregat halus maupun kasar. Menurut SII. 0052, kadar lumpur atau bagian yang lebih kecil dari 70 mikron (0.074 mm) maksimum 5% (PBI 1971). Lumpur adalah gumpalan atau lapisan yang menutupi permukaan butiran agregat dan lolos ayakan No. 200. Kandungan kadar lumpur pada permukaan butiran agregat akan mempengaruhi kekuatan ikatan antara pasta semen dan agregat sehingga akan mengurangi kekuatan dan ketahanan beton. Lumpur dan debu halus hasil pemecahan batu adalah partikel berukuran antara  0,002 mm s/d 0,006 mm ( 2 s/d 6 mikron). Adanya lumpur dan tanah liat menyebabkan bertambahnya air pengaduk yang diperlukan dalam pembuatan beton, di samping itu pula akan menyebabkan berkurangnya ikatan antara pasta semen dengan agregat sehingga akan menyebabkan turunnya kekuatan beton yang bersangkutan serta menambah penyusutan dan creep. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan pengujian, sehingga didapat kadar lumpur yang memenuhi syarat menurut SNI 03 – 2461 – 2002, yaitu tidak boleh lebih dari 5 % untuk agregat halus dan 1 % untuk agregat kasar.

Alat Dan Bahan nya Oven pengering agregat dengan suhu 110 ºC, Cawan, Timbangan dengan ketelitian 0,5 gram, Sekop agregat , Benda Uji  yang digunakan adalah Agregat Halus (Pasir Gunung Kasar dan Pasir Laut Lais), Agregat Kasar (Split 1 : 1 dan Split 2 : 3)

Langkah Kerja Sampel agregat keadaan lepas diambil, Berat wadah (cawan) ditimbang (W1), Berat sampel agregat dan wadah (W2) ditimbang setelah dikeringkan dalam oven ± 24 jam , Berat sampel agregat dihitung (W3= W2 - W1), Sample agregat tersebut dicuci, Sampel agregat yang telah dicuci dikeringkan lagi dalam oven selama ± 24 jam, Berat sampel agregat + wadah setelah dioven (W4) ditimbang, Berat sample agregat akhir dihitung (W5= W4 - W1).


Wah udah selesai ya kalau teman-teman mau minta contoh laporan lengkapnya beserta formatnya dapat kirim email ke kita ya dengan format nama/jurusan/universitas/judulnya, nanti akan kirim via email semoga bermanfaat yaa,..,.,

 

Post a Comment

0 Comments