UJI FISIS KADAR AIR (SNI 03-1971-1990)

    Hai. Teman semuanya apakabar hari ini kita bahas mengenai praktikum bahan bangunan atau juga kita gunakan pada praktikum teknologi beton yah tergantung dengan universitas masing-masing ya teman-teman,,, Nah sebelum itu kita harus tau dulu beberapa landasan teori yang mebahas menganai paraktikum ini...!nanti teman bisa minta file lengkapnya loh,.,.,


Kadar Air (SNI 03-1971-1990)


Pemeriksaan ini dimaksudkan sebagai acuan dalam pengujian untuk menentukan kadar air agregat dengan cara pengeringan. Tujuan pengujian ini adalah untuk memperoleh angka presentase dari kadar air yang dikandung agregat. Kadar air agregat adalah besarnya perbandingan antara berat air yang dikandung agregat dengan berat berat agregat dalam keadaan kering, dinyatakan dalam persen. Standar pengujian kadar air agregat menggunakan SNI 03-1971-1990, metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar air agregat. Kadar air adalah banyaknya air yang terkandung dalam agregat. Kadar air dibedakan menjadi 4 jenis : Kadar air kering tungku, yaitu keadaan benar-benar tidak berair. Kering udara, dimana permukaan kering tetapi sedikit mengandung air di porinya. Kering Permukaan Jenuh (Saturated Surface Dry Condition/SSD), dan kondisi basah dimana agregat banyak mengandung air. Kadar air agregat adalah perbandingan antara berat air yang dikandung agregat dengan berat agregat keadaan kering. Jumlah air yang terkandung di dalam agregat perlu diketahui karena akan mempengaruhi jumlah air yang diperlukan didalam campuran beton. Agregat yang basah dan banyak mengandung air akan membuat campuran juga lebih basah dan sebaliknya.

Kadar air yang dikandung agregat dapat mempengaruhi kuat tekan beton atau dengan kata lain Faktor Air Semen (FAS) dapat mempengaruhi kuat tekan beton. Dalam rancangan campuran beton, kondisi agregat dianggap baik dalam keadaan kering permukaan atau jenuh (Saturated Surface Dry Condition/SSD). Oleh karena itu, kadar air agregat harus diperiksa sebelum dipergunakan. Jika agregatnya tidak jenuh air, maka agregat akan menyerap air campuran beton yang menyebabkan kurangnya air untuk proses pengerasan. Dengan mengetahui kadar air dari agregat, kita dapat menaksir/memperhitungkan untuk penambahan maupun pengurangan air dalam suatu campuran beton. Alat Dan Bahan yang digunakan Timbangan dengan ketelitian 0,5 gram, Oven pengering dengan suhu 110C, Cawan, Bahan Uji Agregat kasar dan agregat halus. Langkah Kerja pada percobaan ini adalah Berat cawan ditimbang dan dicatat hasilnya (W­1), Sampel agregat (dalam keadaan lepas) dimasukkan ke dalam cawan kemudian beratnya ditimbang dan dicatat hasilnya (W­2), Berat sampel agregat dihitung (W3 = W2 - W1), Sampel agregat beserta cawan dikeringkan dalam oven dengan suhu 110C, Setelah kering, berat sampel agregat beserta cawan ditimbang dan dicatat hasilnya (W4), Berat sampel agregat kering dihitung dan dicatat (W5 = W4 - W1).

 Wah udah selesai ya kalau teman-teman mau minta contoh laporan lengkapnya beserta formatnya dapat kirim email ke kita ya dengan format nama/jurusan/universitas/judulnya, nanti akan kirim via email semoga bermanfaat yaa,..,.,

 

Post a Comment

0 Comments