Sunday, May 3, 2020

UJI FISIS BERAT JENIS DAN PENYERAPAN (AGREGAT KASAR (SNI 1969:2008) DAN AGREGAT HALUS (SNI 03 – 1970 – 1990))

Hai. Teman semuanya apakabar hari ini kita bahas mengenai praktikum bahan bangunan atau juga kita gunakan pada praktikum teknologi beton yah tergantung dengan universitas masing-masing ya teman-teman,,, Nah sebelum itu kita harus tau dulu beberapa landasan teori yang mebahas menganai paraktikum ini...!nanti teman bisa minta file lengkapnya loh,.,.,


            Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan berat jenis kering permukaan jenuh (Saturaded Surface Dry), berat jenis kering oven  (Bulk Specific Gravity), Berat jenis semu (Apparent Specific Gravity), dan Penyerapan (Absorbtion) dari agregat halus dan agregat kasa

Berat jenis curah kering/kering oven (Bulk Specific Gravity) ialah perbandingan antara berat dari satuan volume agregat (termasuk rongga yang permeabel dan impermeabel di dalam butir partikel, tetapi tidak termasuk rongga antara butiran partikel) pada suatu temperatur tertentu terhadap berat di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang sama pada suatu temperatur tertentu. Berat jenis kering permukaan jenuh (Saturaded Surface Dry) yaitu perbandigan antara berat dari satuan volume agregat (termasuk berat air yang terdapat di dalam rongga akibat perendaman selama ±24 jam, tetapi tidak termasuk rongga antara butiran partikel) pada suatu temperatur tertentu terhadap berta di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang sama pada suatu temperatur tertentu. Berat jenis semu (Apparent Specific Gravity) ialah perbandingan berat dari satuan volume suatu bagian agregat yang impermeabel pada suatu temperatur tertentu terhadap berat di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang samapada suatu temperatur tertentu. Penyerapan air (Absorbtion) ialah penambahan berat dari suatu agregat akibat air yang meresap ke dalam pori-pori, tetapi belum termasuk air yang tertahan pada permukaan luar partikel, dinyatakan sebagai persentase dari berat keringnya.

        Alat dan Bahan yang digunakan Timbangan dengan ketelitian 0,5 gram, Piknometer dengan kapasitas 500 ml., Kerucut terpancung dan batang penumbuk, Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (110±5)C, Cawan,  Vacuum Pump, Benda uji (Agregat Halus dan Kasar)Langkah Kerja Agregat halus (benda uji) diambil, kemudian dicuci sampai bersih, Sampel agregat direndam dalam air pada suhu kamar selama ±24 jam, Air perendam dibuang dengan hati-hati (jangan ada butiran yang hilang) Agregat dihamparkan di atas koran hingga mencapai SSD. Keadaan SSD diperiksa dengan mengisikan sampel agregat ke dalam kerucut terpancung, yang pertama isi 1/3 kemudian tumbuk sebanyak 25 kali, isi 2/3 kemudian tumbuk 25 kali, kemudian isi sampai penuh, ditumbuk sebanyak 25 kali. lalu diratakan. Kerucut diangkat dengan hati-hati, kondisi jenuh permukaan tercapai bila sampel agregat runtuh sebagian tetapi masih dalam keadaan tercetak. Setelah keadaan SSD tercapai, sampel ditimbang hingga 500 gram dengan dua sampel. Berat piknometer kosong ditimbang, piknometer dengan air, dan 500 gram sample agregat kering permukaan jenuh dimasukkan ke dalam piknometer (Bj). Air suling dimasukkan sampai batasan yang telah ditentukan pada leher piknometer, diputar sambil diguncang untuk menghilangkan gelembung udara yang tertangkap, untuk mempercepat proses, dapat digunakan vacuum pump, tetapi jangan sampai air/agregat yang ikut terhisap. Piknometer berisi agregat dan air tersebut ditimbang (Bt), Sampel agregat dikeluarkan dari dalam piknometer, lalu dikeringkan dalam oven hingga 24 jam. Setelah 24 jam, agregat diambil dari oven kemudian diangin-anginkan. Setelah suhunya turun, berat sampel agregat ditimbang (Bk). Langkah Kerja Agregat kasar  (benda uji) diambil, kemudian dicuci sampai bersih, Sampel agregat direndam dalam air pada suhu kamar selama ±24 jam, Air perendam dibuang dengan hati-hati (jangan ada butiran yang hilang) Agregat ditebarkan di atas koran, dikeringkan dengan mengelap sampel agregat sampai tercapai keadaan jenuh kering permukaan, Agregat ditimbang setelah dikeringkan (Bj), Agregat ditimbang kembali di dalam air (Ba), Hasil pengukuran dicatat, lalu agregat dimasukkan ke dalam oven selama ± 24 jam, Setelah proses pengovenan, agregat diangin-anginkan sampai suhunya turun. Kemudian massa agregat ditimbang (Bk).

Catatan :

Rumus yang digunakan

        
contoh rumus perhitungan

Wah udah selesai ya kalau teman-teman mau minta contoh laporan lengkapnya beserta formatnya dapat kirim email ke kita ya dengan format nama/jurusan/universitas/judulnya, nanti akan kirim via email semoga bermanfaat yaa,..,.,

 

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts