TRANSPORTASI UDARA

Moda angkutan udara secara umum adalah dengan menggunakan pesawat terbang atau helicopter.

Klasifikasi Bandara

1.      International Civil Aviation Organization (ICAO). Yang mengembangkan kelas Bandar udara berupa Aerodrome Reference Code.

2.      Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat mengklasifikasikan bandar udara dalam bentuk Airport Reference Code.

a. Fasilitas Sisi Udara

Fasilitas bandara sisi udara meliputi : landas pacu ( runway), landas hubung (taxiway), dan landas parkir ( apron)

1.      Landas Pacu

adalah bagian  bandar udara daratan yang berbentuk empat persegi panjang dan digunakan untuk lepas landas ( take off ) dan mendarat ( landing ).

2.      Landas Hubung ( Taxiway )

 adalah jalan pesawat terbang di daratan yang menghubungkan satu bagian bandar udara dengan bagian bandar udara lain.

3. Landas parkir ( Apron )

Jenis landas parkir dapat diklasifikasikan sebagai berikut ini;

1.      Terminal apron, yaitu tempat pesawat terbang melakukan manuver dan parkir di dekat terminal    penumpang.

2.      Cargo terminal, adalah jenis khusus untuk pesawat terbang yang hanya mengangkut barang. Tempatnya terpisah dari terminal apron cukup lama,  misalnya untuk perawatan kerusakan ringan.

3.      perawatan pesawat terbang. Hangarapron adalah daerah untuk pesawat terbang masuk/keluar dari storage hangar

 b. Fasilitas Sisi Darat ( Land Side )

      1. Bangunan Terminal

      2. Terminal Kargo

      3. Bangunan Operasi dan Adminstrasi

      4. Bangunan Penunjang Operasional

      5. Terminal VIP

1.      Bangunan Terminal

Merupakan wadah peralihan aktivitas dari sisi darat ke bagian sisi udara atau sebaliknya selain fungsi utama sebagai tempat untuk melindungi peralatan penunjang operasional bandar udara dari faktorcuaca juga dari faktor keamanan. Bangunan terminal dapat dikelompokan menjadi 4 (empat) kelompok:

1.      kelompok Umum : lobby, konter tiket, informasi, taksi dan konter wisata, serta telepon umum

2.      kelompok Keberangkatan : hall keberangkatan, check-in domestik, check in internasional, ruang muat bagasi domestik, ruang muat bagasi internasional, dll

3.      Kelompok Kedatangan : ruang karantina, ruang imigrasi, ruang Bea dan Cukai.

4.      Kelompok Penunjang : Kantor adminstrasi bandara, kantor airlane, ruang jaga, ruang kesehatan,toilet, gudang, restoran, bank (ATM), serta pos.

2.      Terminal kargo

Kebutuhan jenis ruang terminal kargo dikelompokan menjadi :

1.      Fasilitas Fungsional dan Operasional : ruang sortir, ruang timbangan.

2.      fasilitas Penyimpanan : ruang pendingin, dan ruang penyimpanan barang B3

3.      Fasilitas Kantor dan pendukung : ruang tamu / Receptionist, ruang kantor, ruang adminstrasi, mushola, toilet, dan tempat parkir kendaraan

4.      Bangunan Operasi dan Administrasi

3.      Adalah bangunan yang berfungsi sebagai wadah kegiatan yang menunjang operasional dan keselamatan penerbangan yang dibutuhkan oleh bandar udara.

Kriteria yang perlu diperhatikan yaitu :

1.    Kebutuhan serta fungsi bangunan dalam mendukung operasi bandar udara sesuai tingkat kebutuhan yang optimum dan memenuhi standar

2.    Karakteristik peralatan yang akan ditempatkan di dalam bangunan

3.    kondisi fisik dan lingkungan bandar udara

4.    Kemungkinan adanya pengembangan di masa yang akan datang.

4.      Bangunan Penunjang Operasional

Didalam kawasan bandar udara perlu adanya perencanaan fasilitas penunjang operasional yang berfungsi untuk membantu kegiatan operasi bandar udara secara total.

5.      Terminal VIP

   Adalah terminal penumpang yang diperuntuhkan bagi kegiatan pelayanan tertentu seperti pejabat tinggi negara, pejabat pemerintahan dan tamu penting. Kebutuhan fasilitas ruangan pada bangunan terminal VIP adalah antara lain hall, ruang tunggu keberangkatan (VVIP dan VIP), ruang rapat, mushola, toilet, X-ray, dan gudang.

Post a Comment

0 Comments