TRANSPORTASI DARAT

Jalan Raya

a. Sejarah

Jalan Raya dipercayai sudah ada sejak peradaban manusia ada, karena awal pergerakan manusia melalui berjalan kaki menyusuri jalan setapak. Kemudian berkembang dengan bantuan hewan.

- Tahun 3500 SM     : Jalan yang diperkeras pertama kali dibuat di Mesopotamia.

- Tahun 1756-1836   : Struktur perkerasan macadam oleh (John Louden Mac  Adam)

- Tahun 1716-1796   : Sistem lapisan batu pecah dilengkapi dengan drainase     

                                  dengan kemiringan melintang oleh (Pierre Marie Jerome)

- Tahun 1757-1834   : Perkerasan yang terdidi dari batu pecah yang disusun tegak yang ditutup dengan batu-batu kecil untuk menutuop pori-pori dan meratakan permukaanya (John Telford)

b. Strukutur Perkerasan

                 Dapat dikelompokan menjadi 3 bagian, yaitu :

                 1. Perkerasan Lentur          ( Flexible pavement)

                 2. Perkerasan kaku             ( rigid pavement)

                 3. Perkerasan komposit      ( Composite pavement)          

 Jalan kereta Api (Jalan rel)

a. Sejarah

Sejarah  jalan kereta api di dunia dimulai pada tahun 1630 di Inggris, akibat dari pemikiran memperbaiki jalan untuk pertambangan batu bara di Beaumont yang semula menggunakan kereta kuda. Jalan yang dilalui kereta kuda yang semula lekas rusak kemudian diperbaiki dengan memberi balok-balok kayu, lalu berkembang dengan dilapisi besi, yang akhirnya berubah menjadi besi utuh dengan bentuk yang mengalami perubahan.

            Adapun keunggulan angkutan kereta api adalah sebagai berikut;

1.      Merupakan angkutan massal, dapat mengangkut jumlah penumpang dalam jumlah yang besar( tergantung pada jumlah dan kapasitas gerbong serta kekuatan mesin).

2.      Tidak Polutif, karena dalam perkembanganya telah menggunakan bahan bakar disel dan listrik.

3.      Hemat energi dan ruang.

4.      Aman dan lancar karena memiliki jalur sendiri yang tidak tergantung pada moda lain.

5.      Efesien untuk lalulintas padat dan angkutan perkotaan. Hal ini dibuktikan dengan padatnya kereta api jabotabek yang melayani penduduk urban  di Jakarta dan sekitarnya.

 b. Klasifikasi jalan Rel

            - Lebar Spur

            - Kecepatan maksimum yang diijinkan

            - kelandaian

            - jumlah jalur

            - Kelas jalan rel

c. Standar Jalan Rel di Indonesia

Untuk strukutur atas jalan rel, standar yang digunakan oleh PT Kereta Api (Persero) bagi keperluan perencanaan dan perancangan dapat dilihat pada tabel 7.5

 d. Ruang Bebas

Ruang bebas adalah ruang di atas sepur yang harus selalu bebas dari rintangan dan halangan, sehingga setiap saat dapat dilalui kereta api dengan aman.

e. Ruang Bangun

Ruang Bangun adalah ruang di sisi sepur yang harus selalu bebas dari semua bangunan tetap, sepert pagar, tiang listrik, tiang rambu, tiang sinyal elektris dan lain-lain. Ruang bangun ini diukur dari sumbu sepur pada tinggi 1 meter hingga 3,55 meter.

f. Struktur Jalan rel

Terdiri dari 2 komponen, yaitu;

1.      Struktur Atas, yang terdiri dari rel, bantalan dan penambat rel.

2.      Struktur Bawah, yang terdiri dari balas dan tanah dasar.

g. Tipe, jenis dan karakteristik Rel

Jenis rel menurut panjangnya adalah rel standar, rel pendek, dan rel panjang

- Rel standar, adalah jenis rel yang memiliki panjang 25 meter

- Rel pendek dibuat dari beberapa rel standar yang disambung dengan las melalui proses flash welding sehingga dikenal pula istilah welded rail. Panjang maksimum rel ini adalah 100 meter.

- Rel panjang dibuat dari bebraopa rel pendek yang disambung dengan las di lapangan, dikenal sebagai Continuous Welded Rail ( CWR)

h. Bantalan

            Fungsi utama bantalan adalah memberikan dukungan dan meneruskan beban dari rel ke balas dengan bidang sebaran beban yang lebih luas sehingga dapat memperkecil tekanan yang dipikul oleh balas, pengikat rel (dengan penambat rel), memberikan stabilitas kedudukan sepur dalam balas, serta menghindarkan kontak langsung antara rel dengan air tanah

            Jenis-jenis bantalan :

            - Bantalan kayu

            - Bantalan baja dan bantalan beton

i. Balas

            Fungsi utama balas adalah memberikan dukungan dan meneruskan beban yang diterima oleh bantalan ke tanah dasar, menahan kemungkinan pergeseran bantalan dan rel baik arah melintang dan membujur, meloloskan air disekitar bantalan dan rel, serta mendukung bantalan dengan dukungan yang kenyal. Letak balas adalah di atas lapisan taqnah dasar ( sub grade) .

Post a Comment

0 Comments