PERENCANAAN TRANSPORTASI

Pemodelan Transportasi

  Model adalah sesuatu yang dapat menggambarkan keadaan dilapangan. Model memiliki berbagai macam jenis, seperti berikut ini:

1.      Model verbal, yakni model yang menggambarkan keadaan yang ada dalam bentuk kalimat. Misal suatu kota dipenuhi dengan pepeohonan yang rindang.

2.      Model fisik, yakni model  yang menggambarkan keadaan yang ada dengan ukuran yang lebih kecil. Misalnya maket bangunan.

3.      Model matematis, adalah model yang menggambarkan keadaan yang ada dalam bentuk persamaan-persamaan matematis. Misal jumlah lalulintas yang sebanding dengan jumlah penduduk

  Model matematis transportasi dapat dijabarkan dalam bentuk-bentuk berikut ini:

1.      Deskriftif, yang menjelaskan keadaan yang ada, atau keadaan jika dilakukan suatu perubahan terhadap keadaan yang ada.

2.      Predikatif, yang meramalkan keadaan yang akan datang

3.      Planning, yang meramalkan keadaan yang akan datang disertai dengan rencana-rencana perubahannya.

Model Empat Langkah (four step model)

  Model bangkitan perjalanan (trip generation model)

-          Model ini berkaitan dengan asal atau tujuan perjalanaa, yang berarti menghitung yang masuk atau yang keluar dari/ke suatu kawasan/zona.

-          Pembangkit perjalanan adalah seperti kawasan perumahan, sedangkan penarik perjalanan adalah kantor, sekolah, pertokoan, rumah sakit dan lainnya.

-          Untuk mengetahui besarnya bangkitan dapat dilakukan dengan cara wawancara dari rumah kerumah. Apabila bangkitan dari luar kota maka dilakukan dengan survey asal tujuan (origin-destination survey).

  Model distribusi perjalanan ( trip distibution model)

-          Distribusi perjalanan merupakan bagian dari perencanaan transportasi yang berhubungan dengan sejumlah asal perjalanan yang ada pada setiap zona dari wilayah yang diamati dengan sejumlah tujuan perjalanan yang belokasi dalam zona lain dalam wilayah tersebut.

-          Dasar pemikirannya adalah bahwa semua zona trip atraksi j pada suatu wilayah bersaing satu sama lain untuk menarik perjalan yang dibangkitkan oleh zona i.

-          Bila semua halnya sama perjalanan lebih banyak ditarik oleh zona-zona yang memiliki daya tarik yang lebih tinggi.

  Model pemilihan jenis kendaraan/moda (modal split)

-          Model ini digunakan untuk menghitung distribusi perjalanan beserta moda yang digunakan, ini dapat dilakukan apabila tersedia pelbagai macam kendaraan/moda.

-          Dasar pemilihan moda:

1.   Perjalan yang berkaitan dengan waktu, maksud perjalanan, dan jarak.

2.   Pelakuk perjalanan

3.   Sistem transportasi

  Model pemilihan rute perjalanan ( traffic Assigment)

-          Langkah terakhir model permintaan sekuensial adalah pemilihan pelaku perjalanan terhadap jalur antara sepasang zona dengan suatu moda perjalanan tertentu dan dengan hasil aliran vehicular pada jaringan transportasi multimodal.

-          Langkah ini dpata dilihat sebagai model keseimbangan antara permintaan perjalanan (Qijk) yang diperkirakan dalam proses terdahulu dan penawaran transportasi yang diberikan dalam hal ini penyediaan fasilitas fisiknya  dan frekuensi pelayanan yang disiapkan.

-           

PROGRAM APLIKASI PEMODELAN

 

  1. TFTP (teacher friendly transportation program)

TFTP adalah alat untuk menyusun perencanaan transportasi yang dikembangkan oleh Hammerslag (1997) dari TU Delft Belanda. Data input adalah jumlah jaringan jalan, jumlah lapangan pekerjaan dan jumlah pekerja untuk masing-masing zona serta beberapa input parameter yang ditentukan. Dalam TFTP, interaksi asal dan tujuan diimplementasikan dalam bentuk sistem tata guna lahan, yakni sejumlah pekerja yang bertempat tinggal dengan sejumlah lapangan pekerjaan.

2.      EMME/2

EMME/2 adalah akronim dari equilibirium multimodal. Program ini dikembangkan di Kanada, dengan kemampuan yang sudah sangat tinggi dengan jumlah node dan link yang tidak terbatas. keunggulannya adalah formula yang dapat dibuat sendiri sesuai keadaan dan kebutuhan.misalnya hitung kapasitas dan waktu tempuh yang disesuaikan dengan MKJI 97.

 

Post a Comment

0 Comments