PERCOBAAN KONSOLIDASI TANAH SNI 6424-2008

    


Pada umumnya, dalam mendesain suatu bangunan air diperlukan parameter-parameter tanah yang digunakan dalam perhitungan dan analisis, khusus untuk tanah ekspensif yang mempunyai sifat mudah mengembang dan menyusut diperlukan parameter-parameter persentase pengembangan dan tekanan pengembangan. Tujuan metode ini adalah untuk memperoleh parameter kompressibilitas dan kecepatan konsolidasi tanah. Data ini digunakan untuk membuat perhitungan, baik kecepatan penurunan maupun penurunan total satu bangunan (struktur) ataupun timbunan.

Peralatan yang digunakan

Alat pengeluar sampel dari tabung (Extruder)

Satu set alat konsolidasi

Cincin penahan dan sekrup

Cincin cetak benda uji dengan ketentuan

Berdiameter minimal 50 mm, atau minimal 5 mm lebih kecil daripada tabung benda uji bila dikeluarkan dengan alat pengeluar benda uji Cincin harus kaku sehingga benda uji yang diberi tekanan tidak mengubah diameter cincin melebihi 0,03 % dari diameter cincin

Batu berpori dengan ketentuan :

Terbuat dari silikon carbide, aluminium oksida atau logam lain yang tida berkarat jika bersentuhan dengan benda uji. Harus bersih, utuh dan bebas dari retakan Berdiameter 0,2 – 0,5 mm lebih kecil daripada diameter cincin cetak benda uji

Neraca o’haus dengan ketelitian 0,01 gr

Spatula

Dyal meter

Oven

Stop Watch

Beban-beban

Persiapan Pelaksanaan

Dalam pengujian ini, tanah yang digunakan adalah tanah yang diambil dari pengeboran tanah (Hand Boring) yang terdapat di dalam tabung.Sebelum contoh dikeluarkan dari tabung, ujungnya diratakan dulu dengan jalan mengeluarkan contoh 1 – 2 cm, kemudian dipotong dengan pisau.Permukaan ujung contoh harus rata dan tegak lurus sumbu benda uji, dengan menggunakan cincin yang dimasukan contoh tanah.Perataan harus dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak menekan benda uji.

Langkah kerja

Benda uji dan cincin ditimbang dengan ketelitian 0,01 gr.

Batu berpori ditempatkan di bagian atas dan bawah cincin,sehingga benda uji yang sudah dilapisi dengan kertas saring terapit oleh dua buah batu pori, lalu masukkan ke dalam sel konsolidasi.

Sel konsolidasi yang sudah berisi benda uji diletakkan pada alat konsolidasi, sehingga bagian yang runcing dari pelat penumpu menyentuh tepat pada alat pembeban.

Kedudukan arloji diatur, kemudian dibaca dan dicatat.

Beban pertama dipasang sehingga tekanan pada benda uji sebesar 0,25 kg/cm2, kemudian arloji dibaca pada saat-saat : 9,6”; 21,6”; 38,4”; 1’; 2 ¼’; 4’; 9’; 16’; 25’; 36’; dan 49’. Beban ini dibiarkan bekerja sampai pembacan arloji tetap, biasanya cukup sampai 24 jam. Sesudah 1 menit  pembacaan, sel konsolidasi diisi air.

Untuk beban-beban selanjutnya dilakukan cara yang sama. Beban-beban

tersebut harus menimbulkan tekanan normal terhadap benda uji masing masing sebesar : 0,25; 0,50; 1,0; 2,0; dan 4,0 kg/cm2.

Setelah pembebanan maksimum dan sudah menunjukan pembacaan tetap pembebanan dikurangi dalam 2 langkah yaitu 4,0 dan ¼ kg/cm2 (BebanRebound). Pada waktu beban dikurangi setiap pembeban harus dibiarkanbekerja sekurang kurangnya selama 5 jam. Arloji penunjuk hanya perlu dibaca sesudah 5 jam sesaat beban belum dikurangi lagi.

Segera, setelah pembacaan terakhir dicatat, cincin dan benda uji dikeluarkan dari sel konsolidasi dan ambil batu pori tersebut dari permukaan atas dan bawah dari benda uji lalu dikeringkan.

Benda uji dikeluarkan dari cicin, masukan dalam oven dan tentukan berat keringnya.

Post a Comment

0 Comments