PENENTUAN KADAR BUTIR PIPIH, PANJANG DAN PIPIH PANJANG AGREGAT KASAR

 

Hai. Teman semuanya apakabar hari ini kita bahas mengenai praktikum bahan bangunan atau juga kita gunakan pada praktikum teknologi beton yah tergantung dengan universitas masing-masing ya teman-teman,,, Nah sebelum itu kita harus tau dulu beberapa landasan teori yang mebahas menganai paraktikum ini...!nanti teman bisa minta file lengkapnya loh,.,.,

Dapat menentukan agregat yang baik digunakan dalam pekerjaan konstruksi, Dapat menentukan persentase butir pipih, panjang serta pipih dan panjang yang terdapat pada agregat kasar, Memberikan penilaian terhadap agregat kasar tersebut serta pengaruhnya pada sifat beton segar dan pengerjaan pembetonan, Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir keras dan tidak berpori. Agregat kasar, baik agregat alami ataupun split mempunyai bentuk yang beragam. Bentuk agregat ada 6 bentuk yaitu Bentuk bulat penuh atau bulat telur yang termasuk jenis ini adalah pasir dan kerikil dari sungai / pantai. Bentuk alamiah tidak beraturan akibat terjadi pergeseran yang mempunyai sisi/tepi yang bulat, jenis ini biasanya kerikil dari gunung api. agregat yang mempunyai sudut/sisi yang tajam dan permukaan yang kasar, yang termasuk jenis ini adalah batuan pecah / split. Apabila agregat tersebut mempunyai ketebalan < 1/3 lebar. Apabila agregat tersebut mempunyai panjang > 3 kali lebarnya. Merupakan kombinasi agregat pipih dan agregat panjang. dari  klasifikasi di atas maka kita dapat mengelompokkan agregat kasar kebentuk di atas. Khusus untuk agregat pipih, agregat panjang atupun agregat pipih dan panjang, jumlahnya di dalam suatu campuran beton dibatasi hingga maksimal 20% karena jika berlebihan akan membahayakan terhadap beton. Jika pemakaiannya lebih dari ketentuan maksimum akan mempengaruhi campuran beton yang dibuat, yaitu :, Beton masih segar, Beton sukar diaduk, Beton sukar dialirkan Beton sukar dipadatkan, Kemungkinan akibat agregat terlalu panjang akan menyangkut pada tulangan dan akibatnya beton kosong ( berongga ) ketika bekesting dibuka. Beton telah keras,  Akan terjadi penurunan kekuatan beton bila dilakukan test tekan, akibat agregat yang panjang dan pipih sehingga mudah patah bila dibebani. Peralatan yang digunakan   Saringan 10 mm, 20 mm dan 40 mm, Jangka sorong, Timbangan, Cawan/pan, kuas,  Bahan yang digunakan  , Air bersih, Semen Portland

          PROSEDUR PELAKSANAAN Mengayak agregat kasar pada saringan 10 mm, 20 mm dan 40 mm sesuai dengan ukuran agregat maksimum yang didapat dalam analisa saringan agregat. Mengambil 50 butir agregat kasar pada bagian yang tertahan di atas masing-masing saringan dan dipisahkan masing-masingnya. Mengukur masing-masing agregat dengan menggunakan jangka sorong (kapilar) dan mengelompokkannya dengan kategori : Pipih, apabila tebal  1/3 lebar (ukuran saringan). Panjang, apabila panjang  3 lebar (ukuran saringan). Pipih dan panjang, apabila kombinasi antara kedua kategori diatas. Menghitung persentase dari agregat terhadap kategori diatas.

Wah udah selesai ya kalau teman-teman mau minta contoh laporan lengkapnya beserta formatnya dapat kirim email ke kita ya dengan format nama/jurusan/universitas/judulnya, nanti akan kirim via email semoga bermanfaat yaa,..,.,

       

Post a Comment

0 Comments