Sunday, May 10, 2020

PEMERIKSAAN BERAT JENIS ASPAL (Specific Gravity Of Asphalt) SNI 2441 : 2011

Pemeriksaan Berat Jenis Aspal (Specific Gravity Of Asphalt) SNI 2441 : 2011) Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam pelaksanaan pengujian berat jenis aspal padat dengan gelas ukur.  Tujuan metode ini adalah untuk menentukan berat jenis aspal padat. Pengujian ini dilakukan terhadap semua aspal padat, yang selanjutnya hasilnya dapat digunakan dalam pekerjaan perencanaan campuran mutu perkerasan jalan. Berat jenis aspal adalah perbandingan antara berat jenis aspal padat dan berat air suling dengan isi yang sama pada suhu 25ºC atau 15,6ºC.

Berat jenis aspal adalah perbandingan antara berat aspal, terhadap berat air suling dengan isi yang sama pada suhu tertentu, yaitu dilakukan dengan cara menggantikan berat air dengan berat bitumen atau dalam wadah yang sama atau sudah diketahui volumenya berdasarkan konversi berat jenis air sama dengan satu. Berat jenis dari bitumen  sangat tergantung pada nilai penetrasi dan suhu dari  bitumen itu sendiri. Macam-macam berat jenis bitumen dan kisaran nilainya adalah sebagai berikut : Penetrasi grade bitumen dengan berat jenis antara 1,010 (untuk  bitumen  dengan , enetrasi 300) sampai dengan 1,040 (untuk bitumen dengan penetrasi 25), Bitumen yang telah teroksidasi (oxidized bitumen) dengan berat jenis berkisar antara 1,015 sampai dengan 1,035, Hard grades bitumen dengan berat jenis berkisar antara 1,045 sampai dengan 1,065, Cutback grades bitumen dengan berat jenis berkisar antara 0,992 sampai dengan 1,007Aspal : Aspal yang berbentuk padat pada saat keadaan penyimpanan (suhu ruang). Nilai penetrasi aspal : Nilai yang menyatakan derajat kekerasan  bitumen.Umumnya dipakai pada bitumen jenis penetrasi grade bitumen. Ter : Material yang mirip dengan bitumen hanya saja merupakan hasil proses penyulingan dari batu bara. Cutback grades bitumen : Jenis bitumen yang sudah berbentuk cair karena telah dicampur dengan bahan pencair yang mudah menguap seperti bensin,solar dan minyak tanah.

Alat dan Bahan : Termometer, Desikator pendingin, Gelas ukur, kapasitas 250 ml, Kompor, Timbangan, Air Suling, Batu Es,Aspal

Penyiapan sampel Panaskan contoh bitumen keras sejumlah 50 gram, sampai menjadi cair dan aduk untuk mencegah pemanasan setempat. Pemanasan tidak boleh lebih dari 30 menit pada suhu 56  diatas titik lembek.

cara pengujian ini adalah sebagai berikut : Panaskan contoh bitumen keras sejumlah 50 gram , sampai menjadi cair dan aduklah untuk mencegah pemanasan setempat. Pemanasan tidak boleh lebih dari 30 menit pada suhu 56  di atas titik lembek, Timbang gelas ukur, Timbang gelas ukur + air, Tuangkan aspal yang telah dipanaskan kedalam gelas ukur, diamkan selama 30 menit dalam suhu ruangan, Masukan benda uji kedalam desikator mencapai suhu 25 derjat celcius, Setelah dikeluarkan timbang berat aspal + gelas ukur, dan catat hasilnya, Timbang berat aspal + gelas ukur + air, dan catat hasilnya. cara menghitung berat jenis = (berat gelas ukur berisi aspal- berat gelas uku) : ((berat gelas ukur berisi air-berat gelas ukur)-(berat gelas ukur berisi aspal dan air – berat gelas ukur berisi air)





Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts