Thursday, May 7, 2020

PEMBUATAN BENDA UJI UNTUK TEST KUAT TEKAN BETON

        Pada pratikum ini benda uji yang akan dibuat adalah sylinder.  Tujuan pembuatan benda uji ini adalah untuk melakukan test kuat tekan pada umur - umur tertentu agar dapat dilihat berapa pencapaian kekuatan dari rancangan beton tersebut dan berapa perbandingannya dengan kuat tekan yang hendak dicapai, dimana kuat tekan beton itu mesti lebih besar atau minimal sama dengan kuat tekan beton yang direncanakan. Beton adalah campuran yang terdiri dari agregat sebagai bahan pengisi dan semen sebagai bahan pengikat serta air dalam jumlah tertentu. Setelah terjadi proses kimia atau hidrasi antara air dan semen akan terbentuk pasta yang akan mengeras. Kekuatan beton tekan adalah kekuatan maksimum yang dapat dipikul persatuan luas. Dengan bertambahnya kekuatan beton, maka sifat- sifat lainnya akan bertambah baik pula. Yang mempengaruhi kuat tekan beton tersebut itu sendiri adalah faktor air semen, kepadatan, pengerjaan, dan kualitas. Berdasarkan kuat tekannya beton dibagi atas kelompok :Beton yang digunakan untuk pekerjaan non struktural dimana tidak diperlukan keahlian khusus dalam pelaksanaan,   beton untuk pekerjaan struktural ( minimal K- 225 ).Dalam pembetonan di lapangan terdapat istilah untuk beton yaitu :  Beton segar : beton yang  sudah siap dituangkan ke dalam bekisting sehingga masih bisa dibentuk sesuai dengan keinginan. Beton hijau : beton yang sudah siap dipadatkan dalam bekisting sehingga sudah tidak dapat diusik lagi.Nilai kuat tekan beton relatif lebih tinggi dibandingakn dengan kuat tariknya, dan beton merupakan bahan bersifat getas. Nilai kuat tariknya hanya berkisar 9% - 15% saja dari kuat tekannya. Pada penggunaan sebagai komponen struktural bangunan, umumnya beton diperkuat dengan batang tulangan baja sebagai bahan yang dapat bekerja sama dan mampu membantu kelemahannya, terutama pada bagian yang menahan gaya tarik. Dengan demikian tersusun pembagian tugas, dimana batang tulangan bertugas memperkuat dan menahan gaya tarik, sedangkan beton hanya diperhitungkan untuk menahan gaya tekan. Komponen struktur beton dengan kerjasama seperti itu disebut sebagai beton bertulangan baja atau lazim disebut beton bertulang saja. Dalam perkembangannnya, didasarkan pada tujuan  peningkatankemampuan kekuatan komponen, sering juga dijumpai beton dan tulangan baja bersama-sama ditempatkan pada bagian struktur dimana keduanya menahan gaya tekan.
        Dengan sendirinya untuk mengatur kerjasama antara dua bahan yang berbeda sifat dan perilakunya dalam rangka membentuk satu kesatuan perilaku struktural untuk mendukung beban, diperlukan cara hitungan berbeda dngan apabila hanya digunakan satu macam bahan saja seperti halnya pada struktur baja, kayu, aluminium, dan sebagainya  Peralatan,  Cetakan Sylinder  dengan ukuran Ø 15 dan tinggi 30 cm, ongkat pemadat Ø 16 mm dan panjang 60 cm, endok semen, alu kayu,  Bahan, Beton segar yang diambil langsung dari bak pengaduk dengan menggunakan peralatan yang tidak menyerap air. Sebelumnya diaduk dulu baru kemudian dimasukkan ke dalam cetakan sylinder. PROSEDUR PELAKSANAAN  Membersihkan cetakan dan memberikan oli pada bagian dalam silinder,   Isi cetakan dengan adukan beton dalam 2 lapisan yang sama tebalnya, setiap lapisan dipadatkan dengan tongkat pemadat yang masing-masing ditumbuk sebanyak 25 kali secara merata. Meletakkan cetakan di atas alat penggetar, kemudian dihidupkan sampai tidak terlihat gelembung-gelembung udara pada permukaan beton serta rongga-rongga bekas tusukan tertutup kembali. Meratakan permukaan adukan beton segar dengan sendok semen dan dibiarkan selama 24 jam pada tempat yang lembab serta bebas dari pengaruh getaran. Bukalah cetakan dan keluarkan benda uji tersebut dan rawatlah benda uji pada ruangan lembab sampai pada waktu pengujian (umur) kuat tekan .  
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts