Saturday, May 16, 2020

KONSTRUKSI TANGGA

Konstruksi Tangga Beton Bertulang


         Pada tangga kayu perlu perawatan dan pemeliharaan guna ketahanannya, sedangkan pada tangga beton bertulang praktis hal tersebut tidak begitu diperlukan

         Tangga beton bertulang mempunyai berat sendiri yang cukup besar, maka dalam perencanaan konstruksinya perlu mendapat perhatian serta diusahakan dapat dibuat hemat pemakaian bahan.

         Tangga Beton bertulang dapat dibentuk sesuai dengan yang diinginkan, tetapi pada dasarnya tangga beton bertulang dari segi konstruksinya terdiri dari :

            - tangga plat/tangga biasa : artinya pelat

              sebagai konstruksi pendukungnya

            - tangga balok : artinya balok sebagai

              pendukungnya

            - slabless tread riser stair : artinya anak tangga

              menjadi konstruksi pendukungnya

         Bekisting dan perancah :

            - untuk mewujudkan plat/balok beton bertulang

              diperlukan kelengkapan alat pembentuk yang 

              biasa digunakan bahan yang habis sekali pakai

              seperti kayu, kecuali pada hal khusus dapat

              dipergunakan bahan lain.

·         Pembentuk terdiri dari :

            - pembentuk plat/balok dan anak tangga itu

              sendiri disebut bekisting

            - konstruksi yang menahan pembentuk tersebut

              disebut perancah.

·         Bekisting dan perancah :

            - untuk mewujudkan plat/balok beton bertulang

              diperlukan kelengkapan alat pembentuk yang 

              biasa digunakan bahan yang habis sekali pakai

              seperti kayu, kecuali pada hal khusus dapat

              dipergunakan bahan lain.

·         Pembentuk terdiri dari :


            - pembentuk plat/balok dan anak tangga itu

              sendiri disebut bekisting

            - konstruksi yang menahan pembentuk tersebut

              disebut perancah.

Pembentuk ( bekisting ) dan peraancah harus direncanakan sedemikian rupa ,baik ukuran ukurannya tepat, kokoh dan kuat untuk menahan berat sendiri tangga tersebut termasuk pekerja


Konstruksi Tangga Beton Bertulang

Tangga plat/tangga Biasa :

            Konstruksi tangga plat beton bertulang terdiri dari suatu pelat beton bertulang sebagai konstruksi pendukungnya dengan lebar B = lebar tangga, serta diletakan miring dengan sudut tertentu. Dan di atas pelat tersebut terdapat anak tangganya yang dapat dibuat dari berbagai bahan atau juga terdiri dari beton bertulang.

            Di dalam pelat atau di atas bekisting dipasang pembesian/penulangan baik untuk pelat maupun anak tangga. Pada tangga pelat dipasang jala-jala pembesian atau dikenal dengan wappening net untuk pelat tangga, dengan cara besi utama ( tulangan utama /pokok) dipasang membujur tangga yang bidangnya terletak miring, kemudian di atas besi utama dipasang besi pembagi ( tulangan pembagi ) berjajar melintang dan menyilang tegak lurus. Antara besi tersebut diikat satu sama lain. Kemudian dipasang /dibentuk pula besi anak tangga yang dikaitkan pada pembesian pelat tadi.

            Antara jala-jala besi dengan papan bekisting tersebut diberikan “berantaran “ ( batu tahu ) pada tempat-tempat tertentu yang tujuannya agar besi dan papan bekisting tidak saling bersentuhan. Jarak tersebut disebut “ selimut beton “.                                  

            Setelah semua siap, baru dilakukan pengecoran beton, setelah beton mengeras, bekisting dibongkar/dilepaskan.

            Tulangan/pembesian : ukuran penampang tulangan/pembesian didasari atas perhitungan/perencanaan dan pada umumnya untuk konstruksi tangga beton bertulang dipergunakan ;

untuk pelat tangga :

            tulangan utama/pokok ; Ø 8, Ø 10, Ø 12, D.12

            tulangan pembagi        ; Ø 8, Ø 10

 untuk balok :

            tulangan utama                        : D.13, D.16, D.19

            beugel/sengkang                      ;  Ø 8,  Ø10

untuk anak tangga :

            tulangan utama                        :  Ø10,  Ø 12, D.12

            tulangan pembagi                    :  Ø 8,   Ø 10

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts