Monday, May 25, 2020

TRANSPORTASI UDARA

Moda angkutan udara secara umum adalah dengan menggunakan pesawat terbang atau helicopter.

Klasifikasi Bandara

1.      International Civil Aviation Organization (ICAO). Yang mengembangkan kelas Bandar udara berupa Aerodrome Reference Code.

2.      Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat mengklasifikasikan bandar udara dalam bentuk Airport Reference Code.

a. Fasilitas Sisi Udara

Fasilitas bandara sisi udara meliputi : landas pacu ( runway), landas hubung (taxiway), dan landas parkir ( apron)

1.      Landas Pacu

adalah bagian  bandar udara daratan yang berbentuk empat persegi panjang dan digunakan untuk lepas landas ( take off ) dan mendarat ( landing ).

2.      Landas Hubung ( Taxiway )

 adalah jalan pesawat terbang di daratan yang menghubungkan satu bagian bandar udara dengan bagian bandar udara lain.

3. Landas parkir ( Apron )

Jenis landas parkir dapat diklasifikasikan sebagai berikut ini;

1.      Terminal apron, yaitu tempat pesawat terbang melakukan manuver dan parkir di dekat terminal    penumpang.

2.      Cargo terminal, adalah jenis khusus untuk pesawat terbang yang hanya mengangkut barang. Tempatnya terpisah dari terminal apron cukup lama,  misalnya untuk perawatan kerusakan ringan.

3.      perawatan pesawat terbang. Hangarapron adalah daerah untuk pesawat terbang masuk/keluar dari storage hangar

 b. Fasilitas Sisi Darat ( Land Side )

      1. Bangunan Terminal

      2. Terminal Kargo

      3. Bangunan Operasi dan Adminstrasi

      4. Bangunan Penunjang Operasional

      5. Terminal VIP

1.      Bangunan Terminal

Merupakan wadah peralihan aktivitas dari sisi darat ke bagian sisi udara atau sebaliknya selain fungsi utama sebagai tempat untuk melindungi peralatan penunjang operasional bandar udara dari faktorcuaca juga dari faktor keamanan. Bangunan terminal dapat dikelompokan menjadi 4 (empat) kelompok:

1.      kelompok Umum : lobby, konter tiket, informasi, taksi dan konter wisata, serta telepon umum

2.      kelompok Keberangkatan : hall keberangkatan, check-in domestik, check in internasional, ruang muat bagasi domestik, ruang muat bagasi internasional, dll

3.      Kelompok Kedatangan : ruang karantina, ruang imigrasi, ruang Bea dan Cukai.

4.      Kelompok Penunjang : Kantor adminstrasi bandara, kantor airlane, ruang jaga, ruang kesehatan,toilet, gudang, restoran, bank (ATM), serta pos.

2.      Terminal kargo

Kebutuhan jenis ruang terminal kargo dikelompokan menjadi :

1.      Fasilitas Fungsional dan Operasional : ruang sortir, ruang timbangan.

2.      fasilitas Penyimpanan : ruang pendingin, dan ruang penyimpanan barang B3

3.      Fasilitas Kantor dan pendukung : ruang tamu / Receptionist, ruang kantor, ruang adminstrasi, mushola, toilet, dan tempat parkir kendaraan

4.      Bangunan Operasi dan Administrasi

3.      Adalah bangunan yang berfungsi sebagai wadah kegiatan yang menunjang operasional dan keselamatan penerbangan yang dibutuhkan oleh bandar udara.

Kriteria yang perlu diperhatikan yaitu :

1.    Kebutuhan serta fungsi bangunan dalam mendukung operasi bandar udara sesuai tingkat kebutuhan yang optimum dan memenuhi standar

2.    Karakteristik peralatan yang akan ditempatkan di dalam bangunan

3.    kondisi fisik dan lingkungan bandar udara

4.    Kemungkinan adanya pengembangan di masa yang akan datang.

4.      Bangunan Penunjang Operasional

Didalam kawasan bandar udara perlu adanya perencanaan fasilitas penunjang operasional yang berfungsi untuk membantu kegiatan operasi bandar udara secara total.

5.      Terminal VIP

   Adalah terminal penumpang yang diperuntuhkan bagi kegiatan pelayanan tertentu seperti pejabat tinggi negara, pejabat pemerintahan dan tamu penting. Kebutuhan fasilitas ruangan pada bangunan terminal VIP adalah antara lain hall, ruang tunggu keberangkatan (VVIP dan VIP), ruang rapat, mushola, toilet, X-ray, dan gudang.

TRANSPORTASI AIR

Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas, sehingga di samping mengandalkan angkutan udara, juga sangat mengandalkan angkutan penyeberangan, yang dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam angkutan, yakni Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) dan Angkutan Laut.

Pelabuhan Dapat diklasifikasikan berdasarkan :

            - Segi penyelenggaraan

            - Segi fungsi

            - Segi Penggunaan

            -Segi letak geografis

Pelabuhan berdasarkan Segi Penyelenggaraan

Pelabuhan Umum, yakni pelabuhan yang diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat umum.

pelabuhan ini adalah Pemerintah, sedang pelaksanaannya dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara.

Pelabuhan Khusus, yakni pelabuhan yang diselenggarakan untuk kepentingan sendiri dan khusus. Pelabuhanini biasanya dibangun oleh perusahaan ( pemerintah atau swasta) yang berfungsi sebagai prasarana pengiriman hasil produksi.

Pelabuhan berdasarkan Segi pengusahaan

Pelabuhan yang diusahakan, yang berarti bahwa peabuhan disusahakan untuk memberikan fasilitas-fasilitas yang diperlukan oleh kapal yang memasuki pelabuhan untuk kegiatan bongkar-muat barang, menaik turunkan penumpang serta kegiatan lainnya dengan dikenakan biaya-biaya tertentu. Pelabuhan yang tidak diusahakan, yang biasanya hanya merupakan tempat singgah kapal/perahu dengan tidak dilengkapi alat-alat bongkar maut, bea cukai dan lain-lainnya.

Pelabuhan berdasarkan Segi Fungsi

 Pelabuhan Laut, yakni pelabuhan yang bebas dimasuki oleh kapal-kapal asing.

Pelabuhan Pantai, yakni pelabuhan yang disediakan untuk perdagangan di dalam negeri, sehingga tidak bebas disinggahi oleh kapal-kapal asing, kecuali dengan permintaan ijin tertentu.

Pelabuhan berdasarkan Segi Penggunaan

Pelabuhan ikan, yakni pelabuhan yang dugunakan untuk kegiatan menangkap ikan.

Pelabuhan Minyak, yakni pelabuhan yang digunakan untuk pengusahaan perminyakan. Biasanya pelabuhan ini terletak agak jauh dari tempat umum untuk alasan keamanan. Letak pelabuhan yang menjorok ke laut dapat dihungkan dengan jembatan ( jetty).

Pelabuhan Barang, yakni pelabuhan yang digunakan untuk kegiatan bongkar-muat barang.

Pelabuhan Penumpang, yakni pelabuhan yang digunakan untuk kegiatan menaikkan dan menurunkan penumpang, kantor imigrasi, maskapai pelayaran, kantor direksi dan lain-lain

Pelabuhan Campuran, yakni pelabuhan yang dapat digunakan untuk kegiatan campuran, misalnya untuk penumpang dan barang.

Pelabuhan Militer, yakni pelabuhan yang digunakan untuk kegiatan militer. Biasanya pelabuhan ini memiliki daerah perairan yang cukup luas yang memungkinkan kapal-kapal perang dapat bergerak secara efektif.

Pelabuhan berdasarkan segi letak geografis

Pelabuhan alam yakni pelabuhan yang secara alamni tebentuk dan terlindung oleh alam misalnya        terlindung oleh adanya pulau, jazirah, muara sungai. Contoh pelabuhan alam di Indonesia adalah pelabuhan Cilacap yang terlindung oleh pulau Nusakambangan.

Pelabuhan Buatan yakni pelabuhan dengan membuat atau membangun  bangunan pemecah gelombang (breakwater).

Pelabuhan Semi Alam, yakni pelabuhan campuran alam dan buatan.

Kapal

Tipe-tipe kapal sangat berpengaruh terhadap tipe palabuhan yang akan dibangun. Jenis-jenis kapal dapat dijelaskan sebagai berikut;

            1. Kapal Penumpang, adalah kapal yang dikhususkan untuk mengangkut penumpang

            2. Kapal Barang, adalah kapal yang dikhususkan untuk mengangkut barang

Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP)

            ASDP adalah angkutan yang berfungsi sebagai jeembatan bergerak, yang menghubungkan jaringan jalan atau jaringan jalan kereta api yang terputus karena adanya perairan (UU no.21 tahun 1992 tentang Pelayaran).

Sunday, May 24, 2020

PERKEMBANGAN TRANSPORTASI DI INDONESIA

Penyelangaraan transportasi nasional mengarah pada penyediaan jasa transportasi terpadu antar mpoda efektif dan efisien yang mengintegrasikan dengan moda transportasi yang ada. Transportasi antar moda di Indonesia saat ini baru berkembang pada angkutan barang dan baru pada tahap konsulidasi serta belum berjalan dengan baik sebagaima di negara-negara maju.

Pelayanan angkutan penumpang umum sangat bervariasi antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, dan belum terpadu.

Moda yang digunakan adalah :

- Transportasi jalan

- Transportasi jalan rel

- Transportasi sungai ( kalimantan dan Sumatera)

- Transportasi Udara        

Transportasi Kawasan Barat Indonesia

Kawasan Barat Indonesia (KBI) meliputi :

-          Pulau Sumatera

-          Jawa

-          Bali

Moda yang digunakan biasanaya masih didominasi oleh angkutan jalan raya. Di pulau Sumatera, jalur jalan raya yang telah berkembang adalah lintas Timur, sedangkan di pulau Jawa Jalur Pantai Utara. Angkutan jalan rel di Sumatera sangat terbatas, penggunaanya terutama untuk angkutan barang. Sedangkan di pulau jawa, penggunaan angkutan jalan  rel terutama angkutan penumpang. Untuk pelabuhan-pelabuhan laut yang bersifat strategis terdapat di Sabang (NAD), belawan (Sumatera Utara), Tanjung Priok (DKI), Bojonegara (Banten) dab Tanjung Peraj (Jawa Timur) Jaringan prasarana bandar udara di jawa, Sumatera dan bali sudah sangat baik, dan bersinergis dengan jalan. Jaringan ini terdiri dari 3 bandara pusat penyebaran primer, yaitu bandara Soekarno Hataa (DKI Jakarta). Juanda ( Surabaya) dan Ngurah Rai ( Bali), 3 bandara pusat penyeberangan sekuder, yaitu bandara Polonia (Medan), SM. Badaruddin (Palembang) dan Hang Nadim ( Batam), 4 bandara pusat penyeberangan tersier, bandara Adisucipto ( Yogyakarta), Ahmad yani ( Semarang), Tabing (Padang) dan St. Syarif kasim II ( Pekanbaru)

Profil Transportasi Kawasan Timur Indonesia

Meliputi :

            - Kalimantan

            - Sulawesi

            - Papua (didominasi oleh kepulauan)

 Kawasan ini didominasi oleh kepulauan. Adapun angkutan yang ada terdiri dari :

            - Angkutan laut

            - Angkutan Sungai/danau

            - Penyeberangan

            - Udara

            - Jalan raya

dalam kawasan ini tidak ada angkutan jalan rel, baru tahap akan dikembangkan untuk Kalimnatan, Sulawesi dan Papua

             

 

Popular Posts