Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KOMPONEN RUMPUT SINTETIS / ARTICAL TURF

 
Produk artificial turf generasi ketiga/3G dapat bervariasi dalam hal desain dan pabrikasinya, pada umumnya terdiri dari :
Rumput sintetis/Artificial turf, terdiri dari: pile/helaian rumput, biasanya terbuat dari polyethylene (PE) dengan bahan backing utama polypropylene (PP) yang membentuk struktur dan mengatur jarak pile menjadi jalinan. Backing kedua/sekunder berupa cairan poliuretan (PU) atau lateks untuk mengikat pile pada backing.

Stabilising infill, digunakan untuk menjaga serat PE vertikal saat digunakan, pada umumnya adalah pasir silika.
 
Performance infill, memberikan tingkat pantulan yang sesuai sehingga mengurangi cedera dan memberikan feel/rasa serupa rumput alami. SBR (Styrene Butadiene Rubber), remah karet yang terbuat dari ban bekas, sekitar 83% pemasangan menggabungkan bahan ini. EPDM (Ethylene propylene diene monomer) berbahan plastik thermoset yang tidak bisa direformasi (dilebur) menjadi produk yang lain.TPE (elastomer termoplastik) adalah senyawa karet sintetis bersifat termoplastik yang dapat dicairkan kembali sesuai kebutuhan. Infill organik terdiri dari gabus alam maupun campuran gabus dan serabut kelapa yang spesifik untuk masing-masing produsen. 
 
Shock pad, pada beberapa instalasi shock pad dipasang di bawah rumput sintetis untuk meredam pantulan sehingga dapat mengurangi jumlah penggunaan performance infill.
Instalasi SBR umumnya tidak menggunakan shock pad. EPDM, TPE dan infill organic lebih mungkin untuk menggunakan shock pad, selain karena biaya yang lebih tinggi dengan penggunaan shock pad kepadatan isi dapat dikurangi untuk mempertahankan karakteristik performance. 

SEJARAH RUMPUT SINTETIS
 
Rumput sintetis untuk lapangan sepak bola pertama kali diperkenalkan pada tahun 1996,seacar terus menerus dilakukan penyempurnaan sehingga pada saat ini telah diterima secara global pada dunia sepakbola. Dimana rumput sintetis yang dipasang merupakan rumput sintetis generasi ketiga (3G).
 
 FIFA meluncurkan FIFA Quality Programme pada tahun 2001 untuk menjaga standar kualitas produk rumput sintetis maupun instalasi pada lapangan sepak bola. Rumput sintetis lapangan sepak bola banyak digunakan karena ketahananya terhadap cuaca dan kemampuanya untuk mempertahankan performance pada penggunaan yang lebih intensif sehingga menjadikan pengganti/alternative terbaik bagi rumput alami.
 
Hanya permukaan lapangan rumpt sintetis yang telah diuji dan sesuai kriteria FIFA Quality Programme yang telah diuji di laboratorium dan dilapangan dapat diisebut football turf yang memenuhi persyaratan untuk permainan sepak bola dalam hal perfoma permainan, keamanan, daya tahan dan jaminan kualitas. Untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, cukup serta pemanfaatan waktu yang efektif dan efisien, maka dibuat Metode Pelaksanaan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan.
 
KEUNGGULAN ARTIFICIAL TURF
 
Ketahanan terhadap cuaca dan kemampuan untuk mempertahankan performance pada penggunaan yang lebih intensif menjadikannya alternatif terbaik bagi rumput alami.
  
FIFA mengembangkan skema pengujian untuk permukaan sintetis yang secara khusus berfokus pada kebutuhan pemain sepakbola. Hanya permukaan lapangan rumput sintetis yang telah diuji dan sesuai kriteria FIFA Quality Programme yang telah diuji di laboratorium dan di lapangan dapat disebut football turf yang memenuhi persyaratan untuk permainan sepak bola dalam hal performa permainan, keamanan, daya tahan dan jaminan kualitas.  
 


Posting Komentar untuk "KOMPONEN RUMPUT SINTETIS / ARTICAL TURF "