Setelah Runtuhnya Jembatan Kukar, Beberapa Jembatan dinilai Perlu Perhatian Khusus

by Admin on February 9, 2012

Runtuhnya jembatan kukar ( jembatan Kartanegara (Mahakam II) di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur) telah mendorong pihak Kementrian Pekerjaan Umum (PU) untuk menyelidiki tingkat keamanan jembatan-jembatan sejenis (jembatan gantung) yang tersebar diseluruh Indonesia. Dari 41 jembatan yang diselidiki, 7 diantaranya dinyatakan perlu perhatian extra. Ketujuh jembatan tersebut adalah:

  • Jembatan Rumbai Jaya Riau 
  • Jembatan Siak Tiga Riau
  • Jembatan Barito Banjarmasin
  • Jembatan Mahakam Kota I Samarinda
  • Jembatan Talumulo Gorontalo
  • Jembatan Batanghari Jambi
  • Jembatan Musi II Palembang.

Ini bukan berarti ketujuh jembatan tersebut akan segera ambruk atau bermasalah, melainkan perlu pemantaukan yang lebih intensif sehingga kerusakan yang serius bisa dicegah. Kalau memang suatu jembatan dinilai sudah tidak laik pakai, maka tentunya jembatan tersebut akan ditutup.

Untuk kelengkapannya, silakan dibaca ditautan berikut: Tujuah Jembatan Ini Perlu Perhatian Ekstra

Jembatan kukar adalah jembatan yang dibangun dengan menggunakan sistim suspensi kabel (jembatan gantung). Jembatan tipe ini didukung batang-batang yang menghubungkan dek jembatan ke kabel utama seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Jembatan gantung

Jembatan gantung

 Seperti diketahui jembatan kukar runtuh ketika sedang dalam perbaikan. Dikarenakan permukaan jembatan mengalami penurunan yang cukup berarti dari ketinggian awal, maka diputuskan untuk melakukan perbaikan dengan menaikan  jembatan tersebut dengan jacking. Proses pengangkatan dilakukan dengan mengangkat dek jembatan disatu titik gantungan disatu sisi jembatan dan setelah selesai pada satu sisi kemudian pindah kesisi yang lain pada titik gantungan yang sejajar. Pada pengangkatan disisi yang pertama (sebelah hilir) sebesar 15 cm jembatan masih selamant. Akan tetapi pada pengangkatan disisi sebelahnya (sebelah hulu) klem atau penyambung batang penggantung ke kabel utama runtuh. 

Kalau kita tinjau dari sisi perencanaan, seharusnya hal ini (runtuhnya klem) tidak terjadi. Dalam perencanaan, sambungan (dalam hal ini klem atau penjepit) harus di rencanakan lebih kuat dari batang penggantung. Jadi disini jelas ada kesalahan, apakah itu disainnya atau materialnya atau kedua-duanya. 

Leave a Comment

Previous post:

Next post: