Bearing (Tumpuan)

by Admin on June 20, 2015

Bearing adalah bagian dari jembatan yang memfasilitasi beban-beban kendaraan dan lainnya dari struktur bangunan atas turun ke bagian struktur bawah, yang akhirnya ke tanah. Untuk memenuhi fungsinya, bearing harus mampu mengakomodasi perkiraan pergerakan-pergerakan pada masa layan dari jembatan selain juga mampu menahan pergerakan yang sangat besar akibat beban yang ekstrim. Karena pergerakan yang diijinkan oleh expansion joint terdekat harus kompatibel dengan pengengan pergerakan akibat bearing, bearings dan expansion joints harus didesain saling bergantung satu sama lainnya dan dalam hubungannya dengan perilaku struktur secara keseluruhan.

Sampai sekarang, banyak tipe-tipe bearing yang telah digunakan. Tipe-tipe bearing yang banyak digunakan sekarang ini meliputi:

  • Steel reinforced elastomeric bearings
  • Fabric pad sliding bearings
  • Steel pin bearings
  • Rocker bearings
  • Roller bearings
  • Steel pin bearings
  • Pot bearings
  • Disc bearings
  • Spherical bearings
  • Seismic isolation bearings.

Masing-masing dari bearing ini mempunyai karakteristik yang berbeda dalam hubungannya dengan kapasitas terhadap beban vertikal dan horisontal, kekakuan vertikal, kekakuan horisontal, dan fleksibilitas rotasi. Pemahaman yang menyeluruh terhadap berbagai karakteristik tersebut adalah penting untuk pemilihan bearing yang ekonomis dan juga untuk desain. Pot bearing, disc bearings, dan spherical bearings sering diklasifikasikan sebagai high-load multi-rotational (HLMR) bearings.

Elastomeric bearings mungkin merupakan tipe bearing yang paling sederhana dan ekonomis dari semua tipe bearing yang digunakan pada jembatan terkini. Pada umumnya elastomeric bearings diklasifikasikan menjadi empat tipe:

  • plain elastomeric pads
  • fiberglass reinforced elastomeric pads
  • steel reinforced elastomeric pads
  • cotton duck reinforced elastomeric pads

Dari ke empat tipe ini, steel reinforced elastomeric pads adalah tipe yang paling sering digunakan pada konstruksi jembatan. Plain elastomeric pads kadang-kadang digunakan untuk kasus dimana pembebanannya rendah. Cotton duck reinforced elastomeric pads yang umumnya disebut sebagai fabric pad bearings jarang digunakan. Kita akan coba bahas steel reinforced elastomeric bearings terlebih dahulu.

Steel reinforced elastomeric bearing terdiri dari lapis-lapis baja tipis yang terpisah yang masing-masing diapit oleh elastomer-elastomer menjadi satu kesatuan. Proses pembuatannya ini dilakukan pada temperatur and tekanan yang tinggi. Bahan pembuat elastomer adalah dari karet alami dan karet buatan (synthetic rubber, neoprene). Steel reinforced elastomeric bearings biasa digunakan pada jembatan-jembatan yang menggunakan prestressed concrete girder dan juga digunakan pada jembatan tipe lain. Karena sederhana dan mudah pembuatannya, steel reinforced elastomeric bearings memberikan biaya yang murah dibandingkan dengan HLMR bearings.

Jembatan-jembatan yang menggunakan prestressed concrete girder umumnya menggunakan steel reinforced elastomeric bearings. Steel reinforced elastomeric bearings juga digunakan pada jembatan yang terbuat dari steel plate girder. Steel reinforced elastomeric bearings mengandalkan fleksibilitas geser dari lapisan-lapisan elastomer untuk mengakomodasi gerakan horisontal. Lapisan tipis baja berfungsi untuk mengurangi tendensi dari elastomeric untuk mengelembung kesamping akibat beban vertikal, sehingga mengurangi deformasi vertikal pada bearings. Fleksibilitas terhadap geser pada elastomeric bearings juga membuat mereka bisa mengakomodasi rotasi yang diakibatkan oleh beban yang bekerja.

{ 2 comments… read them below or add one }

edi parda February 19, 2016 at 5:10 am

Mau nya dilengkapi dgn gambar2 dan foto untuk masing2 jenis perletakan…

Admin March 2, 2016 at 2:11 am

Ok nanti kalau ada waktu ditambahkan.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: