Perencanaan Beton Bertulang

by Admin on May 31, 2010


Beton bertulang adalah suatu bahan material yang terbuat dari beton dan baja tulangan. Kombinasi dari kedua material tersebut menghasilkan bahan bangunan yang mempunyai sifat-sifat yang baik dari masing-masing bahan bangunan tersebut. Ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Beton mempunyai sifat yang bagus, yaitu mempunya kapasitas tekan yang tinggi. Akan tetapi, beton juga mempunyai sifat yang buruk, yaitu lebah jika dibebani tarik. Sedangkan baja tulangan mempunyai kapasitas yang tinggi terhadap beban tarik, tetapi mempunyai kapasitas tekan yang rendah karena bentuknya yang langsing (akan mudah mengalami tekuk terhadap beban tekan). Namun, dengan menempatkan tulangan dibagian beton yang mengalami tegangan tarik akan mengeliminasi kekurangan dari beton terhadap beban tarik. Demikian juga bila baja tulangan ditaruh dibagian beton yang mengalami tekan, beton disekeliling tulangan bersama-sama tulangan sengkan akan mencegah tulangan mengalami tekuk. Demikianlah penjelasan tentang mengapa kombinasi dari kedua bahan bangunan ini menghasil bahan bangunan baru yang memiliki sifat-sifat yang lebih baik dibanding sifat-sifat dari masing-masih bahan tersebut sebelum digabungkan. Berikut kita akan paparkan sesuatu yang berhubungan dengan bahan bangunan beton dan tulangan baja.

Beton adalah bahan bangunan yang terbuat dari semen (Portland cement atau semen hidrolik lainnya), pasir atau agregat halus, kerikil atau agregate kasar, air dan dengan atau tanpa bahan tambahan. Kekuatan tekan beton ($f_{c}^{\prime }$) yang digunakan untuk perencanaan ditentukan berdasarkan kekuatan tekan beton pada umur 28 hari. Meskipun sekarang kita dapat menghasilkan beton dengan kekuatan tekan lebih 100 MPa, kekuatan tekan beton yang umum digunakan dalam perencanaan berkisar antara 20 – 40 MPa. Seperti diterangkan sebelumnya, beton mempunyai kekuatan tekan yang tinggi akan tetapi mempunyai kekuatan tarik yang rendah, hanya berkisar antara 8% sampai 15% dari kekuatan tekannya. Untuk mengatasi kelemahan dari bahan beton inilah maka ditemukan bahan bangunan baru dengan menambahkan baja tulangan untuk memperkuat terutama bagian beton yang mengalami tarik.

Baja tulangan yang digunakan untuk perencanaan harus mengunakan baja tulangan ulir/sirip (deformed bar). Sedangkan tulangan polos (plain bar) hanya dapat digunakan untuk tulangan spiral dan tendon, kecuali untuk kasus-kasus tertentu.

Berikut adalah ukuran baja tulangan yang dapat digunakan untuk perencanaan beton bertulang:

No Penamaan Diameter
nominal

Luas penampang
nominal

Berat
nominal
(mm) (cm $^{2}$ ) (kg/m)
1 S.6 6 0,2827 0,222
2 S.8 8 0,5027 0,395
3 S.10 10 0,7854 0,617
4 S.13 13 1,327 1,04
5 S.16 16 2,011 4,58
6 S.19 19 2,835 2,23
7 S.22 22 3,801 2,98
8 S.25 25 4,909 3,85
9 S.39 29 6,625 5,18
10 S.32 32 8,042 6,31
11 S.36 36 10,18 7,99
12 S.40 40 12,57 9,88
13 S.50 50 19,64 17,4

Sebagai tambahan, baja tulangan ulir yang akan digunakan dalam beton bertulang harus memenuhi ketentuan dari ASTM yang berhubungan dengan baja tulangan sebagai berikut:

  • “Spesifikasi untuk batang baja billet ulir dan polos untuk penulangan beton” (ASTM A615M)
  • “Spesifikasi untuk batang baja axle ulir dan polos untuk penulangan beton” (ASTM A617M)
  • “Spesifikasi untuk baja ulir dan polos low-alloy untuk penulangan beton” (ASTM A706M)

Referensi:

  1. SNI-03-2847-2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung
  2. SNI-07-2052-2002 Baja Tulangan Beton

Share and Enjoy

{ 3 comments… read them below or add one }

Irfan Hilmi December 24, 2012 at 11:53 am

kurang paham kk :(
butuh penjelasan yang lebih terperinci

jafar rindwuanip January 10, 2013 at 9:18 am

simbolnya jga d ksh penjelasan

Admin January 18, 2013 at 2:50 am

Terima kasih atas sarannya, akan dipertimbangkan..

Leave a Comment

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel

Previous post:

Next post: